Pelaku Usaha Diminta Hati-Hati Soal Hak Cipta

SOREANG, (PRLM).- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Bambang Budi Rahardjo, meminta para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar berhati-hati dalam membuat suatu produk, terutama produk yang memiliki hak paten.

Hal itu berkaca pada permasalahan yang dihadapi Fam Sin Buy, tukang sablon yang divonis 1,4 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Bale Bandung (PNBB) karena dianggap telah turut serta dalam pemalsuan merek kaos Cressida.

“Kita minta kepada pelaku UMKM agar berhati-hati dalam membuat suatu barang yang sekiranya itu meniru dari barang yang sudah ada dan memiliki hak paten. Jangan sampai ada pelaku usaha yang terjerat hukum akibat permasalahan seperti itu,” kata Budi Rahardjo kepada “PRLM”, di Gedung Juang, Kel. Baleendah, Kab. Bandung, Sabtu (30/4).

Untuk itu, ia menyarankan agar pelaku usaha menanyakan terlebih dahulu kepada pemesan apakah barang yang akan dibuat itu mengandung resiko atau tidak.”Para pelaku usaha juga bisa membaca surat kabar dan menonton televisi apakah produk yang akan dibuat itu akan menimbulkan masalah ke depannya atau tidak,” katanya.

Budi pun mengaku akan melakukan sosialisasi kepada para pelaku UMKN perihal hak paten dan hak konsumen agar mereka dapat mengerti dengan jelas apa yang terjadi di dunia usaha saat ini.

“Saya sangat menyayangkan kenapa pelaku usaha kecil bisa jadi korban karena dianggap turut serta dalam memalsukan suatu merek. Padahal, kata saya, dia tidak tahu apa-apa,” tuturnya.

Ia menilai, Kabupaten bandung merupakan tempat potensial di mana para pelaku UMKM bisa mengembangkan usahanya.”Kab. bandung itu sangat potensial dibidang perdagangan. Produk yang ada di pasaran Indonesia saat ini banyak yang produksi dari Kab. Bandung,” tambahnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, diperlukan nota kesepakatan antara pelaku UMKM dengan para pengusaha agar terjadi simbiosis mutualisme di antara keduanya. Dan, menghindarkan pelaku UMKM dari perbuatan yang menjurus kepada pemalsuan merek.

“Tentu saja para pelaku UMKM perlu dilindungi, jangan sampai mereka dijerat hukum akibat ketidaktahuan. Padahal, mereka mencari makan dan hidup dengan mengandalkan usahanya itu,” pungkasnya. (A-194/A-88)***

Baca Juga

Baru 8% UMKM Manfaatkan Platform Online

BANDUNG, (PR).- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia mengadakan Forum Sosialisasi Belanja dan Jualan Online: Murah, Cepat, dan Aman di Gedung Graha Pos Indonesia, Bandung.

Program Kemitraan Petani Kacang Dapat Penghargaan

BANDUNG, (PR).- Berhasil menerapkan program kemitraan dengan petani kacang, Garudafood diganjar dengan penghargaan Asean Golden Agrow Awards. Penghargaan itu diberikan dalam perhelatan Asean Agriculture Summit 2018 yang digelar di Manila, Filipina, Senin 1 Oktober 2018.

Disebut Boros, Anggaran Pertemuan IMF WB Sudah Disetujui DPR

NUSA DUA, (PR).- Penyelenggaraan Pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank di Bali dikritik beberapa kalnagan karena idnilai terlalu boros dan lebih baik dialihkan untuk korban bencana Lombok dan Palu.

Saudagar Muslim Harus Berinovasi

BANDUNG, (PR).- Inovasi menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan daya saing, tetapi sering tidak mendapatkan perhatian dari para pelaku usaha.