Headlines

Perkelahian Massal, Satu Tewas dan Dua Luka Berat

BANYUMAS, (PRLM).-Satu orang tewas dan dua luka berat dalam tawuran antara pemuda Desa Karanggintung Kecamatan Sumbang dan Kelurahan Pabuaran Kecamatan
Purwokerto Utara, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (24/4) malam.

Korban tewas Ilham Nur Imam (25), warga Kelurahan Pabuaran, sedang dua luka berat masing-masing Latif Triono (20) yang mengalami bengkak pada kepala bagian atas dan luka pada iga kiri dan Arif Purwanto (22) mengalami patah tangan kanan, pelipis kiri sobek, dan hidung berdarah. Keduanya masih dirawat di Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto. Sementara jenazah Ilham sudah dimakamkan di TPU setempat.

Aparat keamanan dari Polres Banyumas sampai Senin (25/4) siang masih berjaga-jaga di Desa Pabuaran untuk menghindari aksi balas dendam

Tawuran antara warga bermula dari saling senggol saat digelar pertunjukan kuda lumping di lapangan Bajarsari Kecamatan Sumbang pada Minggu sekitar pukul 15.00 WIB. Korban tewas, bersama rekan-rekannya salah satunya diantaranya bernama Sutarwo ikut melihat atraksi tersebut termasuk sejumlah pemuda dusun Gewok Desa
Karanggintung.

Tiba-tiba salah satu rekan Ilham dipukul dengan bambu oleh pemuda asal Karanggintung. Usai pertujukan kuda lumping selesai Sutarwo, Ilham bersama kelompoknya mencari pelaku pemukulan ke Desa Gewok, namun rombongan warga Desa Pabuaran dihadang pemuda Gewok dengan membawa
tongkat dan sebagainya, kedua kelompok terlibat perkelahian massal.

Ilham Nur Iman terkena pulukan tongkat pada bagian hidung, dan sejumlah rekannya mengalami luka berat dan ringan.

Kapolres Banyumas AKBP Untung Wudyatmoko ketika dikonfirmasi mengatakan, aparat kini sedang mencari tersangka pelaku pemukulan yang menyebabkan korbannya tewas.

Sementara Desa Pabuaran kini masih dilakukan penjagaan untuk menghindari aksi belas dendam. "Selain itu kita, polisi akan memediasi kedua belah pihak untuk berdamai," jelasnya.

Menurutnya para pemuda yang terlibat tawuran sejak dari pertunjukan kuda lumping, dipengaruhi oleh minuman keras. "Sehingga ketika senggolan atau pandang-pandangan saja menjadi pemuci perkelahian," jelasnya.(A-99/kur)***

Komentari di Facebook !
Customize This