DPRD Kota Bandung Buka Layanan Pengaduan Jampersal

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung membuka layanan pengaduan bagi masyarakat Kota Bandung mengenai Jaminan Pelayanan Persalinan/Jampersal (persalinan gratis). Hal itu dilakukan sebagai langkah pengawasan terhadap rumah sakit di Kota Bandung agar bisa memberikan pelayanan terbaik kepada pasien Jampersal.

Ketua Komisi D DPRD Kota bandung Achmad Nugraha berharap, minimnya pelayanan secara medis dan administratif yang dikhawatirkan mengikuti fasilitas kesehatan gratis, tidak terjadi pada pasien Jampersal di Kota Bandung. "Pelayanan harus dilakukan sebaik mungkin, jangan karena gratis tapi pelayanannya tidak memuaskan," ucap Achmad, ketika ditemui di ruang Komisi D DPRD Kota Bandung, Rabu (20/4).

Masyarakat dipersilahkan untuk langsung mendatangi Ruang Komisi D untuk melakukan pengaduan terhadap pelayanan Jampersal. "Selama ini kami memang sangat terbuka untuk pengaduan masyarakat dalam bidang kesehatan secara umum, namun karena pelayanan ini tergolong baru di Kota Bandung, maka kami akan tingkatkan pengawasannya," kata Achmad.

Pengaduan dari masyarakat, lanjut dia, juga akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk keberlangsungan fasilitas Jampersal di Kota Bandung. "Kami ingin tahu pelaksanaannya di lapangan, baik dan buruknya," ujarnya.

Seperti diberitakan kemarin, baru Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sudah menerima layanan kesehatan Jampersal. RSHS juga sudah mengeluarkan surat edaran tentang Jampersal ke semua unit layanan kesehatan di RSHS. Nantinya, layanan ini akan bisa didapatkan di seluruh rumah sakit swasta dan pemerintah, hingga ke Puskesmas.

"Biaya gratis persalinan ini sudah lama berlaku untuk gakin, namun baru berlaku untuk pasien umum yang tidak tercover asuransi apapun, sehingga kami harus antisipasi jika ada ada ketidakpuasan di kalangan pasien, walaupun tentu saja kami tidak berharap itu terjadi," ucapnya. Untuk itu, pengawasan harus terus ditingkatkan.

Hal yang paling harus diantisipasi, lanjut dia, yaitu mengenai pelayanan medis dan administrasi. "Jangan sampai ada kekurangan salah satu persyaratan maka pasien itu tidak bisa ditangani. Pasien apapun harus diterima terlebih dahulu," katanya. (A-175/A-147)***

Baca Juga

Warga Kelola Sampah Jadi Kompos Secara Mandiri

BANDUNG RAYA
AEP (41) menyaring pupuk kompos dari sampah di tempat pengolahan sampah warga masyarakat mandiri di Kampung Bojong Buah, Desa Pangauban, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Senin (11/1/2016). Sampah dari RW 04 tersebut dihasilkan sekitar 100 meter kubi

Anggota Brimob Geledah Rumah Terduga Teroris

BANDUNG RAYA
ANGGOTA Satuan Brimob Polda Jabar berjaga saat penggeledahan di rumah terduga teroris Us alias Sa di Kompleks Bojong Malaka Indah, Desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Selasa (12/1/2016). Penggeledahan dilakukan pascapenangkapan terdu

Ardhya Garini Lanud Sulaiman Rombak Pengurusnya

BANDUNG RAYA

SOREANG,(PRLM).- Ketua Persatuan Istri Angkatan Udara (PIA) Ardhya Garini Cabang 4/Gabungan II Lanud Sulaiman Ny. Anika Olot Dwi Cahyono memimpin acara serah terima jabatan pengurus PIA AG bertempat di kantor PIA AG Lanud Sulaiman, Kec. Margahayu, Kab. Bandung.

Warga Desa Ciapus Menolak Kehadiran Minimarket

BANDUNG RAYA

SOREANG, (PRLM).- Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan warga RW 06 Desa Ciapus, Kec. Banjaran, menolak kehadiran minimarket yang saat ini sedang dalam proses pembangunan.