Bom Meledak di Polresta Cirebon

Ketua Kominda: Kemungkinan Besar Pelaku Pemain Lama di Dunia Teroris

JAWA BARAT

BANDUNG, (PRLM),- Terkait insiden bom bunuh diri di masjid Mapolresta Cirebon, Jumat (15/4), Ketua Komunitas Intelejen Daerah (Kominda) Jabar Dede Yusuf mengatakan, telah memperoleh data-data tentang identitas pelaku pengeboman di masjid Mapolreseta Cirebon. Namun, Dede enggan memaparkan karena belum mendapat izin untuk membeberkan ke publik.

"Yang jelas, kemungkinan besar pelaku merupakan pemain lama dalam dunia teroris. Namun lengkapnya saya belum bisa ungkapkan sekarang karena ini nanti ditangani langsung Mabes Polri. Untuk modusnya, kelihatannya targetnya adalah perangkat keamaan. Mereka ingin menembus sistem keamanan. Aparat Kominda Jabar juga sedang mencari data tambahan tentang pelaku. Kemungkinan besar pelaku sudah memetakan sekitar Mapolresta Cirebon," ujarnya.

Dede menambahkan, seiring kejadian itu, dia telah meminta tim Kominda yang tersebar di 26 kab./kota untuk merapatkan barisan demi mengantisipasi dampak bom tersebut. Kominda telah melibatkan Kesbanglinmas, BIN daerah, intelejen dari unsur kepolisian, TNI dan kejaksaan. Dede meminta, timnya itu mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dari masyarakat dengan melibatkan tokoh masyarakat, agama, pimpinan pontren dan lainnya.

"Untuk menciptakan situasi aman, kondusif, dan tertib sampai lingkungan terkecil seperti RT dan RW. Masyarakat juga jangan terpancing dengan isu-isu tidak benar.Jika ada sesuatu yang janggal di lingkungan sekitar, segera lapor ke aparat terdekat. Khusus babinsa, sama minta untuk lebih aktif membina kamtibmas," ujarnya.

Masih terkait peristiwa itu, Ikatan Persaudaraan Tionghoa Islam (IPTI) Jabar melalui ketuanya, Eko Tanuwiharja, mengungkapkan rasa keprihatinannya terhadap peristiwa bom bunuh diri tersebut. Menurut dia, cara-cara seperti itu tidak menunjukkan perilaku seorang Islam. "Bom bunuh diri itu sangat tidak bertanggung jawab. Apalagi dilakukan di sebuah tempat ibadah yang sangat suci. Dan dilakukan saat ibadah salat Jumat yang merupakan salah satu ibadah utama dalam Islam. Sungguh-sungguh biadab," ujar Eko yang asli Cirebon tersebut.

Eko menambahkan, IPTI berharap polisi segera mengungkap jaringan yang terlibat dalam peristiwa tersebut. "Harapan kami, dengan terungkapnya dalang di balik peristiwa itu, situasi bisa kembali kondusif. Tidak hanya di Cirebon, tapi juga Jabar dan Indonesia pada umumnya. Tindakan bom bunuh diri itu merupakan tindakan munafik dan melanggar HAM. Kami juga bersimpati dan mendoakan agar saudara-saudara kami dari kepolisian dan warga yang menjadi korban dalam peristiwa itu, bisa lekas pulih dan mendapat lindungan Allah," ujarnya. (A-128/das)***

Baca Juga

Diskop UMKM Dorong Pengusaha Miliki Sertifikasi

JAWA BARAT
SEJUMLAH pegawai Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Diskop UMKM) tengah menggelar rapat mengenai kesiapan pendataan UMKM yang ada di Cianjur. Produk UMKM tersebut sediannya akan diusulkan untuk mendapatkan sertifikasi ke Kementerian Koperasi d

CIANJUR, (PRLM).- Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Diskop UMKM) Kabupaten Cianjur tengah menginventarisasi sejumlah produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang belum memiliki sertifikasi.

Biaya Pembangunan Pasar Pagaden Butuh Rp 2,5 - Rp 3 M

JAWA BARAT

SUBANG, (PRLM).- Pemkab Subang membutuhkan biaya antara Rp 2,5 miliar hingga Rp 3 miliar untuk membangun kembali kios/los/lapak di Pasar Inpres Pagaden yang terbakar beberapa waktu lalu. Namun untuk kepastiannya masih menunggu hasil kajian yang kini sedang berjalan.

Pemkab Sukabumi Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan

JAWA BARAT

SUKABUMI, (PRLM).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, Minggu (2/8/2015) menetapkan status siaga darurat kekeringan. Penetapan seiring daerah rawan bencana semakin meluas, terutama di beberapa daerah merah kekeringan.

29 Kecamatan di Cianjur Nunggak Pembayaran Raskin

JAWA BARAT

CIANJUR, (PRLM).- Hanya tiga dari 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur hingga Juli 2015 yang bisa melunasi pembayaran beras untuk rakyat miskin (Raskin) tahun 2015. Sisanya sebanyak 29 kecamatan masih nunggak pembayaran raskin untuk kebutuhan dari Januari-Juli 2015.