Kawanan Babi Hutan Rusak Tanaman Padi dan Padang Golf

JAWA BARAT

SUMBER,(PRLM).- Puluhan hektare tanaman padi dan palawija di wilayah Desa Kondangsari, Kec. Beber, Kab. Cirebon hingga perbatasan kawasan Karangwuni, Kec. Harjamukti Kota Cirebon diserang kawanan babi hutan. Bahkan, sebagian padang golf Ciperna, Kec. Talun, Kab. Cirebon turut menjadi sasaran hewan liar tersebut.

Informasi yang dihimpun Rabu (13/4) menyebutkan, serangan babi hutan tersebut telah berlangsung dalam beberapa minggu terakhir, meskipun telah dilakukan perburuan atas hewan pengganggu itu namun, jumlahnya semakin banyak. "Serangan itu sudah berlangsung sejak beberapa minggu terakhir. Sejumlah orang telah menjebak dan menembak kawanan babi, tapi jumlahnya seperti semakin banyak," kata Ansori, warga Desa Kondangsari.

Menurut dia, setiap pekan ada beberapa kelompok orang, di antaranya dari Perbakin memburu babi liar itu dan berhasil mematikannya rata-rata 4 hingga 6 ekor, tetapi babi hutan terlihat masih bermunculan. Serangan terutama di lahan yang berada di sekitar lembah bukit. Bahkan, dikabarkan ada pengendara sepeda motor yang mengalami luka parah akibat terseruduk kawanan babi hutan.

Tidak hanya lahan tanaman padi dan palawija yang menjadi sasaran kawanan babi hutan, namun sebagian padang golf Ciperna juga tak luput dirusak. Diduga, mereka mengendus cacing-cacing yang ada di sana. "Babi yang masuk padang golf pernah diumpan dengan racun. Berhasil tertangkap hingga enam ekor, dua di antaranya sudah mati dan empat lainnya dalam kondisi mabuk karena keracunan," kata Usep yang tinggal dekat lapang golf.

Serangan babi hutan juga sampai ke daerah Sumurwuni, Kec. Harjamukti Kota Cirebon. Mereka merusak tanaman padi yang belum keluar bulir dan tanaman palawija seperti singkong, ubijalar, kacang tanah, jagung dan lainnya. "Singkong yang masih muda dimakan dan dirusak kawanan babi hutan tersebut hingga tak bisa dipanen," kata Achir, seorang petani di perbatasan Sumurwuni.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Kehutanan (DPPPK) Kab. Cirebon, H. Ali Efendi mengakui adanya serangan kawanan babi hutan tersebut, dan DPPPK sudah memberikan bantuan berupa pestisida. "Namun, pemberian pestisida tersebut sepertinya kurang efektif hingga disarankan meminta bantuan Perbakin," kata Ali. (A-146/kur).***

Baca Juga

Kabel Listrik PJU Menjuntai Dekati Aspal Jalan, Bahayakan Warga

JAWA BARAT

TASIKMALAYA, (PRLM).- Akibat tiang bengkok, kabel listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) melintang hingga hampir menempel ke aspal jalan di kawasan Alun-alun Kota Tasikmalaya, Kamis (30/4/2015). Kabel listrik tersebut diketahui warga yang melintasi jalan tersebut sekitar pukul 17.00 WIB.

Kapolres Banjar Pindah Tugas Menjadi Kapolres Kota Tasikmalaya

JAWA BARAT

TASIKMALAYA, (PRLM).- Kapolres Kota Tasikmalaya, AKBP Noffan Widyayoko resmi meninggalkan Kota Tasikmalaya diganti dengan Kapolres baru AKBP Asep Saepudin yang sebelumnya bertugas sebagai Kapolres Banjar.

Tiga Tewas Akibat Menenggak Miras Oplosan

JAWA BARAT
 Tiga Tewas Akibat Menenggak Miras Oplosan

CIANJUR,(PRLM).- Akibat mengkunsumsi minuman keras (miras) oplosan, enam pemuda asal Kampung Cibodas Desa Karangwangi Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur harus dilarikan ke RSUD Cianjur.

Perbaikan Infrastruktur Dibahas Dalam Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya

JAWA BARAT

TASIKMALAYA, (PRLM).- Rapat Paripurna ke-18 Pembukaan Masa Persidangan III tahun sidang 2014-2015 dibuka resmi oleh pimpinan sidang yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Denny Romdoni, di Ruang Paripurna, Senin (4/5/2015).