RSUD Bayu Asih Purwakarta Bingung Mencari Calon Kepala RS

PURWAKARTA, (PRLM).-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih Purwakarta kebingungan mencari calon kepala rumah sakit yang memiliki kemampuan di bidang perumahsakitan sesuai dengan Undang-undang kesehatan. Pasalnya, tenaga medis yang sekarang dimiliki dan bekerja di RSUD Bayu Asih terkendala pada masalah kemampuan di bidang perumahsakitan.

Demikian disampaikan Kabag TU RSUD Bayu Asih Purwakarta, Ahmid kepada “PRLM”, Sabtu (9/4) di ruang kerjanya.

Menurutnya, dalam Undang-undang nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit pada pasal 34 menyebutkan kepala rumah sakit harus seorang tenaga medis yang mempunyai kemampuan dan keahlian di bidang perumahsakitan.
“Sekarang ini RSUD Bayu Asih memiliki banyak tenaga medis atau dokter, namun terkendalan kepada kemampuan dan keahlian di bidang perumsahkitan,” katanya.

Ahmid menambahkan, jika masalah tersebut menjadi kendali, maka memungkinan RSUD Bayu Asih maupun pemerintah daerah mengangkat calon kepala rumah sakit RSUD Bayu Asih yang berasal dari luar. “Tak tertutup kemungkinan calon kepala rumah sakit daerah berasal dari luar sesuai dengan ketentuan dalam perundangan,” ucap Ahmid. (A-86/kur) ***

Baca Juga

Cari 23 Korban Hilang Banjir Bandang Garut, Tim Gabungan Fokus di Empat Titik

BANDUNG, (PR).- Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Banjir Bandang Garut hari ini melanjutkan proses pencarian dan evakuasi korban banjr bandang Garut yang masih hilang. Pencarian hari ini akan difokuskan pada 4 titik, yaitu Lapangan Paris di Desa Sukakarya, Cimacan, Pamingi, dan Sukamantri.

Sambut Atlet PON, Bupati Suguhkan 3000 Porsi Gombyang

BUPATI Indramayu Anna Sophanah mengundang seluruh anggota kontingen dari berbagai provinsi yang mengikuti Pekan Olahraga Nasional XIX di daerahnya, ke Pendopo Bupati, Jumat (23/9/2016) malam. Mereka sengaja diundang untuk mencicipi salah satu makanan khas Indramayu yakni pindang gombyang.

Majelis Zikir Bantu Korban Bencana

MAJALENGKA, (PR).- Majelis zikir Al Awaliyah di Desa Sumber Kulon, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, menggalang dana untuk korban bencana alam Garut dan Sumedang. Hasil pengumpulan itu langsung dikirim pada korban bencana alam di dua daerah tersebut, Minggu 25 September 2016.