Headlines

737 PNS Pemkot Cimahi Naik Pangkat

CIMAHI, (PRLM).- Sebanyak 737 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan pemerintah Kota Cimahi menerima surat keputusan kenaikan pangkat. sementara itu kenaikan pangkat untuk sepuluh PNS lainnya tidak dapat dipertimbangkan karena tidak memenuhi syarat (TMS).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Cimahi Dantje Sunanda mengatakan, usulan kenaikan pangkat PNS yang diterima dari seluruh Satuan Perangkat Organisasi Daerah (SOPD) seluruhnya mencapai 747 orang.

“Dari jumlah tersebut yang dapat dipertimbangkan kenaikan pangkat pada periode 1 April 2011 hanya 737 orang,” ujarnya di sela-sela penyerahan surat keputusan kenaikan pangkat PNS pemkot Cimahi di aula Pusat Kesenjataan Artileri Petahanan Udara (Pussenarhahud) Kota Cimahi, Senin (28/3).

Danjte mengatakan, PNS yang dipertimbangkan kenaikan pangkatnya kali ini terdiri dari 86 orang golongan IV, 288 orang golongan III, 326 golongan II, dan 37 orang golongan I. Sementara itu PNS yang tidak memenuhi syarat kenaikan pangkat terdiri atas 4 orang yang belum genap empat tahun dalam pangkat sekarang, 1 orang belum memenuhi angka kredit yang dipersyaratkan, 2 orang belum genap satu tahun dalam jabatan fungsional saat ini, dan 3 orang belum mengikuti ujian penyesuaian kenaikan pangkat.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cimahi Eddy Rachmat mengatakan, kenaikan pangkat untuk PNS kali ini rata-rata tepat waktu. Hal ini menunjukan kinerja para PNS yang terbilang cukup baik, sehingga mempermudah pertimbangan persyaratan kenaikan pangkat mereka.

Eddy mencontohkan, kinerja PNS pemkot Cimahi yang cukup baik bisa dilihat dari capaian para staff Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dan Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kota Cimahi. Kinerja mereka cukup baik dan menjadikan Cimahi sebagai daerah pertama di Jabar yang mencairkan dana bantuan operasional 2011.

Prestasi tersebut, tambah Eddy, harus terus ditingkatkan agar pencairan dana BOS selanjutnya bisa lebih awal. Pasalnya, pada 2012 mendatang, keterlambatan pencairan dana BOS dengan mekanisme baru melalui kas daerah, bisa mendatangkan sanksi administrasi bagi pemda setempat.

Di sisi lain Sekretaris Daerah Kota Cimahi Encep Saepulloh mengatakan, kenaikan pangkat adalah bentuk penghargaan bagi kinerja PNS yang baik. Namun sebaliknya, jika ada PNS yang memiliki kinerja kurang baik, Pemkot Cimahi selalu membuat catatan tersendiri. “Kami tidak segan memberikan sanksi bertingkat dari pemotongan tunjangan tambahan penghasilan sampai penundaan kenaikan pangkat. Bahkan, dulu pernah ada yang terpaksa dikeluarkan,” ujarnya. (A-178/das)***