Pelaku Penyimpangan PNPM Harus Diadili

KUNINGAN, (PRLM).- Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dirjen PMD) Kementerian Dalam Negeri, Drs.H.Ayip Muflich,SH,M.Si, mengingatkan, sekecil apapun terjadi deviasi atau penyimpangan dan penyelewengan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) yang dilakukan aparat desa atau pihak manapun, harus diadili dan diproses berdasarkan hukum yang berlaku.

“Orang-orang yang mencoba menyelewengkan dana PNPM seperti dengan memberikan data fiktif atau dijadikan pinjaman pribadi, maka tidak ada maaf kecuali harus diusut secara hukum,” tegas Dirjen PMD H.Ayip Muflich, dihadapan ratusan peserta rapat koordinasi (Rakor) para fasilitator (PNPM) Mandiri se-Jawa Barat, bertempat di Tirta Sanita Sangkanurip Kuningan, Selasa (22/3).

Dia menyebutkan, sejak pelaksanaan PNPM digulirkan tahun 2006 terjadinya deviasi di beberapa daerah tetap ada hanya berdasarkan data yang diperoleh kurang dari satu persen. Kendati demikian, pemerintah tetap berupaya untuk menghilangkan penyelewengan itu sampai nol persen, sebab sedikitpun kita tidak bisa mentolelir seperti dalam penyelewengan dana, tidak akurasinya data maupun penyelewengan program, apalagi kalau ditemukan untuk memperkaya diri sendiri. ”Ini harus diselesaikan lewat pengadilan,” paparnya.

Dikatakannya, pemerintah pusat melalui Dirjen PMD telah mengarahkan penguatan masyarakat dalam konteks pola pikir dan pola tindak, yaitu melibatkan masyarakat secara aktif dalam pelaksanaan pembangunan di perdesaan melalui PNPM yang akan berakhir tahun 2015 mendatang. Selain itu juga melakukan proses pembelajaran secara berkelanjutan, sehingga pada akhirnya masyarakat akan memiliki rasa tanggung jawab terhadap pencapaian kesejehteraan. (A-164/A-26).***

Baca Juga

Remaja Itu Gantung Diri dengan Dasi Hitam

DEPOK, (PR).- Seorang remaja berusia 16 tahun ditemukan tewas menggantung diri di rumahnya di Kampung Kebon Duren, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok. Motif pelajar kelas X SMA Pembangunan I tersebut ‎mengakhiri hidupnya masih misterius.

Perusahaan Aspal tak Berizin Kembali Beroperasi

SINGAPARNA,(PR).- Pabrik pengolahan bahan aspal di Jalan Cisinga, Desa Linggajati, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya yang diduga belum mengantungi izin kembali beroperasi.

Jaipongan Meriah di Gang Sempit

Hari ke-2

-6.509502, 107.799415

 

Duh aduh karembong kayas

Disawang matak kagagas

Baheula keur jeung manehna

Karembong teh jadi saksina

(potongan lirik lagu "Karembong Kayas" ciptaan U Suryana)

 

Mayoritas Pengusaha Kecil Belum Siap Hadapi MEA

SUKABUMI, (PR).- Dari 232 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Sukabumi diperkirakan hanya 10 persen yang siap menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sedangkan sisanya, para pelaku masih dihadapkan pada berbagai kesulitan yang mengancam usahannya.