Taman Kota Palabuhanratu Hanya Jadi Pajangan

Salah seorang warga sedang melihat-lihat taman kota Palabuhanratu di Kp. Tenjoresmi, Ds. Citepus, Kec. Palabuhanratu yang masih ditutup seng, Senin (21/3). Masyarakat ingin taman kota tersebut secara resmi dibuka untuk umum supaya bisa dinikmati keindahan
ADANG JUKARDI/PRLM
Salah seorang warga sedang melihat-lihat taman kota Palabuhanratu di Kp. Tenjoresmi, Ds. Citepus, Kec. Palabuhanratu yang masih ditutup seng, Senin (21/3). Masyarakat ingin taman kota tersebut secara resmi dibuka untuk umum supaya bisa dinikmati keindahannya.*

PALABUHANRATU, (PRLM).- Sejumlah masyarakat Palabuhanratu menilai taman kota Palabuhanratu di Kp. Tenjoresmi, Ds. Citepus, Kec. Palabuhanratu, selama ini terkesan hanya menjadi pajangan saja. Pasalnya, sudah tiga tahun lamanya taman kota dibangun, namun hingga kini secara resmi belum dibuka untuk umum atau belum bisa dinikmati oleh masyarakat. Selain itu juga, tahun ini taman kota belum dijadikan objek penilaian piala Adipura di Palabuhanratu.

"Terus terang, saya sangat menyayangkan, kenapa sudah tiga tahun lamanya taman kota ini belum dibuka-buka. Padahal, pembangunannya sudah selesai sejak 2008 lalu. Sampai sekarang, taman kota ini masih ditutupi seng seperti layaknya projek yang masih dalam pembangunan," kata Ahda (42) warga Kp. Pangsorlio RT 04/RW 25, Kel/Kec. Palabuhanratu ketika ditemui di kawasan taman kota Palabuhanratu, Senin (21/3).

Menurut dia, dikarenakan taman kota Palabuhanratu itu ini belum resmi dibuka sekaligus dijaga oleh petugas Dinas Kebersihan dan Pemadam Kebakaran (DKPK), sehingga kerapkali dipakai pacaran dan tempat mesum pada malam hari. Kondisi itu dinilai logis karena taman kota belum dipasangi lampu taman dan penerangan jalan umum (PJU).

"Yang joroknya lagi, selokannya seringkali dipakai BAB (buang air besar) dan airnya dipakai mandi. Oleh karena itu, dari pada taman kota ini dipakai hal-hal yang negatif, lebih baik dibuka untuk umum dan dijaga oleh sejumlah petugas. Apalagi saya selaku masyarakat, ingin secepatnya menikmati keindahannya dan berekreasi bersama keluarga," kata Ahda.

Di tempat terpisah, Roy warga Jln. Pelita Palabuhanratu mengatakan, dikarenakan belum dibuka, sehingga taman kota Palabuhanratu itu terkesan seperti barang pajangan. Sampai sekarang, kawasan taman kota tersebut masih ditutup seng, sehingga tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. "Coba kalau dibuka, selain bisa dipakai tempat relaks dan rekreasi keluarga, juga bisa menambah penilaian Adipura sehingga Palabuhanratu ini berpeluang meraih perhargaan yang ketigakalinya," ujar Roy.

Ketika dikonfirmasi di kantornya, Kepala Dinas Kebersihan dan Pemadam Kebakaran (DKPK) Kab. Sukabumi, Ir. Teja Sumirat sedang tidak ada di kantor.

Sementara itu, ketika ditemui di kawasan taman kota Palabuhanratu, Koordinator Wilayah DKPK Palabuhanratu, Deden Sunegar mengatakan, walaupun taman kota ini masih dalam pemeliharaan, namun masyarakat sudah diperbolehkan masuk ke taman kota untuk menikmati keindahannya. Masyarakat bisa memanfaatkannya untuk jalan santai, relaks dan berekresasi bersama keluarga. "Jadi taman kota ini sudah dibuka untuk umum, bahkan sudah berlangsung hampir dua bulan lamanya," katanya.

Sementara alasan kawasan taman kota masih ditutup seng, lanjut Deden, tak lain untuk menjaga gangguan hewan ternak yang sering masuk ke taman kota. Apalagi taman kota itu masih dalam pemeliharaan. "Untuk masalah sering dipakai pacaran bahkan selokannya dipakai BAB, kami minta masyarakat pun harus ikut menjaganya dengan memperingati mereka. Sebetulnya, di taman kota ini ada penjaganya. Tapi dikarenakan penjaganya dari warga setempat, mungkin dia tak berani menegurnya," ujarnya. (A-67/das)***

Baca Juga

Warga Gotong Royong Bersihkan Sampah di Alun-alun

SUBANG, (PR).- Puluhan orang dari berbagai komponen yang mengatasnamakan Persaudaraan Rakyat Subang Inovatif Bebenah, Senin 1 Agustus 2016 menggelar aksi bersih-bersih sampah di saluran air maupun irigasi seputar Kantor Pemkab Subang.

Dibuka, Pendaftaran Calon Haji Berusia Remaja

SUKABUMI, (PR).- Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sukabumi membuka pendaftaran calon haji berusia muda. Calon haji remaja berusia rata-rata 12 hingga 14 tahun itu merupakan salah satu langkah untuk mengantisipasi pemberangkatan terkendala daftar tunggu.

Sekeluarga Keracunan Ulen

SINGAPARNA,(PR).- Yayah (45), warga Kampung Cikole, Desa Linggasirna, Kecamatan Sariwangi tak menyangka gara-gara menyantap ulen, ia bersama keluarganya keracunan.