Waspada Penipuan Agen Elpiji

SOREAMG, (PRLM).- Masyarakat diharapkan waspada dengan makin maraknya penipuan jenis baru dengan menawarkan kerja sama pembukaan sub agen penjualan elpiji 3 Kg dan 12 Kg. “Mereka mengaku dari PT Luxindo Raya Elpiji sebagai anak perusahaan Ma’soem Group dan Pertamina. Untuk membuka sub agen elpiji 3 Kg dan 12 Kg masyarakat dimintai sejumlah uang,” kata Kepala Humas Al Ma’soem, Asep Dedi Suhendri, dalam rilisnya, Senin (21/3).

Tenaga penjualan PT. Luxindo Raya Elpijitelah berulangkali menipu masyarakat dengan mengatasnamakan PT Ma’soem dan Pertamina dalam merekrut sub agen elpiji. “Padahal Ma’soem Group dan Pertamina dalam memasarkan produk elpiji tidak pernah meminta uang terlebih dahulu," katanya.

Setiap akan bekerja sama dengan pihak luar selalu kami survey terlebih dahulu dan tidak dipungut bayaran. "Pembayaran dilakukan setelah barang datang,” katanya. Apalabila di lapangan masih terjadi penipuan bisa menghubungi telf. 779 6164, 779 1243, dan 779 4305.(A-71/A-147)***

Baca Juga

Kospin Jasa, Satu-satunya Koperasi Penyalur KUR

DENPASAR, (PR).- Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengapresiasi Kospin Jasa yang telah berkembang hingga dipercayakan pemerintah untuk menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) kepada pelaku KUMKM.

Cikarang Tegal Pacing Development Project Mulai Alirkan Gas

CIKARANG, (PR).- Cikarang Tegal Pacing Development Project (CTDP) yang dioperatori PT Pertamina EP, terhitung sejak 26 Februari 2017 mulai mengalirkan gas (gas in) ke fasilitas produksi utama atau Block Station Pondok Makmur Bekasi.

Vakum 62 Tahun, Kongres Koperasi Akan Kembali Digelar

BANDUNG, (PR).- Kongres Koperasi akan kembali digelar setelah 62 tahun vakum sejak kongres pertama pada 1947 dan 1953. Dengan digelarnya kembali Kongres Koperasi ini, dia berharap dapat membangunkan kembali semangat membangun perkoperasian Indonesia.

Pembentukan Holding Terganjal Proses Politik

JAKARTA, (PR).- Rencana Menteri BUMN Rini Soemarno untuk membentuk holding di beberapa sektor, termasuk energi, tidak bisa terwujud segera. Pasalnya, pembentukan holding tersebut masih terkendala proses politik yang alot di DPR.