Untuk Candi Bojongmenje

Disdikbud Kab.Bandung Berencana Bebaskan Lahan

PENDIDIKAN

SOREANG, (PRLM).-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kab.Bandung berencana akan membebaskan lahan di sekitar Candi Bojongmenje di Kampung Bojongmenje RT 2 RW 2, Desa Cangkuang, Kec Rancaekek, Kab. Bandung, seluas 1.300 meter persegi dalam rangka penggalian dan penataan situs bersejarah itu. Setidaknya, Disdikbud Kab. Bandung memerlukan dana sebesar Rp 3 Milyar untuk pembebasan lahan.

"Saya sudah mengusulkan ke kepala dinas agar penataan Candi Bojongmenje bisa dilakukan dengan membebaskan lahan terlebih dahulu. Karena saat ini, akses menuju Candi Bojongmenje sangat tidak memadai sehingga diharapkan ada renovasi. Kedepannya perkampungan dan pabrik yang berada di sekitar Candi Bojongmenje bisa dibebaskan," kata Kepala Bidang Sejarah dan Kepurbakalaan, Dedi Sutardi, kepada "PRLM", Kamis 17/3).

Dedi menuturkan, pihaknya sudah semaksimal mungkin untuk melakukan penataan dan perawatan Candi Bojongmenje. Namun, selalu terkendala oleh minimnya anggaran yang disediakan untuk bidang sejarah dan kepurbakalaan.

"APBD 2011 untuk bidang sejarah dan kepurbakalaan hanya sekitar Rp 280 juta atau bisa dibilang dana itu dibawah 10 persen dari APBD untuk Disdikbud. Dana Disdikbud saat ini banyak terserap untuk pembangunan sekolah-sekolah," katanya.

Namun, lanjutnya, ia tetap optimis pada anggaran perubahan 2011 mengenai rencana untuk pembebasan lahan untuk Candi Bojongmenje. "Saya juga khawatir dan kasian saat datang ke situs Candi Bojongmenje yang akses masuknya hanya lewat gang sehingga harus di bikin jalan," tuturnya.

Ia pun mengungkapkan, pihaknya juga kedepannya berencana akan membina juru pelihara di berbagai situs yang berada di Kab. Bandung. " Tugas juru pelihara itu sangat mulia. Mereka mau bekerja tanpa harus mengharapkan imbalan yang diinginkanya," tuturnya.

Pembinaan itu, kata dia, agar juru pelihara mampu melakukan inventalisir penemuan situs dan barang-barang bersejarah. "Selain itu, mereka juga dapat melestarikan dan menjaga situs bersejarah dari orang-orang yang tidak beranggung jawab," tambahnya.

Ia berharap, para juru pelihara situs bersejarah itu bisa mendapatkan honor yang semestinya. " Saat ini Kab. Bandung belum bisa memberikan honor kepada mereka. Oleh karena itu, kita ingin kedepannya Disdikbud lebih memperhatikan mereka lagi," ujarnya. (A-194/kur)***

Baca Juga

Iwa Karniwa Jalani Sidang Promosi Doktor

PENDIDIKAN
SEKDA Jabar Iwa Karniwa menjawab pertanyaan penguji, pada Sidang Promosi Doktor Bidang Ilmu Manajemen Unpad, di Graha Sanusi Unpad, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Kamis (14/1/2016). Disertasi yang disampaikan berjudul Strategi Bersaing dan Kreasi Nilai y

SMPN 45 Bandung Juara Umum Lomba Baris-berbaris

PENDIDIKAN
SMPN 45 Bandung Juara Umum Lomba Baris-berbaris

SOREANG,(PRLM).-SMPN 45 Bandung regu A menjadi juara umum lomba baris-berbaris di SMK Angkasa 1 Lanud Sulaiman, Margahayu, setelah menyisihkan 29 SMP/MTs lainnya. Lomba yang diadakan pada Minggu (17/1) memperebutkan piala bergilir Komandan Lanud Sulaiman, Olot Dwi Cahyono.

Pembangunan Sekolah Baru Sering Terkendala Lahan

PENDIDIKAN

NGAMPRAH, (PRLM).-Pembangunan unit sekolah baru dengan sumber dana dari APBN sering terkendala ketersediaan lahan. Soalnya, dana pembangunan USB dari pemerintah pusat tersebut tidak mencakup pengadaan lahan.

Kemendikbud Terapkan Aturan Penanggulangan Tindak Kekerasan

PENDIDIKAN
MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan berfoto selfie dengan murid-murid SMA Negeri 8 Cireundeu, Tangerang Selatan, Senin (25/1/2016). Kemendikbud menerapkan aturan terkair penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan sekolah.*

TANGERANG,(PRLM).- Sekolah maupun tenaga pendidik, baik guru hingga kepala sekolah terancam dikenai sanksi bila terbukti melakukan pembiaran terhadap tindak kekerasan yang terjadi di sekolah.