Wakil Gubernur Jabar Buka Pasanggiri Pencak Silat Gajah Putih

PARA peserta mempertontonkan kebolehannya dalam seni ibing pencak silat Gajah Putih se-jabar yang digelar di gedung Korpri Kab.Garut.*
RIRIN/PRLM
PARA peserta mempertontonkan kebolehannya dalam seni ibing pencak silat Gajah Putih se-jabar yang digelar di gedung Korpri Kab.Garut.*

GARUT, (PRLM).-Pasanggiri Seni Ibing Pencak Silat Gajah Putih se-Jawa Barat digelar di Gedung Korpri Kab. Garut Jln. Patriot Kab. Garut mulai Jumat (11/3). Kegiatan yang digelar setiap 2 tahun tersebut diikuti peserta dari 8 daerah di Jawa Barat.

Menurut ketua panitia Ahmad Fajar Kunaefi, peserta yang mengikuti kegiatan tersebut sekitar 800 orang dengan 300 kali penampilan. Semua peserta berasal dari paguron Gajah Putih.

"Piagam dan piala seharusnya bukan jadi tujuan para peserta untuk ikuti kegiatan ini. Kami lebih utamakan mempererat silaturahmi antarsesama paguron Gajah Putih dan paguron lain yang ada di Garut. Mudah-mudahan semangat para pesilat bisa diimplementasikan dalam kegiatan sehari-hari," katanya.

Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Menurut dia, pasanggiri pencak silat termasuk ajang yang jarang digelar. "Apalagi, diikuti oleh peserta dari tingkat siswa sekolah,"ucapnya.

Kondisi tersebut, lanjut Dede, bisa dikaitkan dengan konsep ketahanan bangsa. "Pendidikan pembangunan karakter sudah tidak ada lagi di tingkat sekolah. Melalui ekstrakulikuler seperti pencak silat, pramuka, dan kegiatan ekstrakulikuler yang menonjolkan budaya menjadi bagian dari pembangunan karakter bangsa," ucapnya. (A-158/kur)***

Baca Juga

Sekarung Granat Asap Ditemukan di TPA Cipayung

DEPOK, (PR).- Sejumlah granat asap aktif dan amunisi gas air mata ditemukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok, Kamis 19 Oktober 2017. Polisi masih menyelidiki penemuan tersebut.

Cirebon Kaji Kebijakan Sekolah Wajib Pakai Mebel Rotan

SUMBER, (PR).- Pemerintah Kabupaten Cirebon sedang mengkaji kemungkinan menerapkan kebijakan mewajibkan penggunaan mebel rotan di sekolah negeri,  baik untuk kegiatan belajar mengajar di kelas, maupun ruang lainnya.