Kembali ke Alam, Usir Tikus dengan Barangbang Kelapa

Didi (42) petani di Dusun Karangpucung, Desa/Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis memasang lima pangkal pelepah daun kelapa atau barangbang di areal sawah yang diserang hama tikus. Sejak tiga minggu serangan hama tikus mengganas di wilayah tersebut. Se
NURHANDOKO/PRLM
Didi (42) petani di Dusun Karangpucung, Desa/Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis memasang lima pangkal pelepah daun kelapa atau barangbang di areal sawah yang diserang hama tikus. Sejak tiga minggu serangan hama tikus mengganas di wilayah tersebut. Sebagian petani memercayai memasang batang barangbang dapat mengusir tikus.

CIAMIS, (PRLM).- Tidak putus asa setelah gagal membasmi serangan hama tikus dengan racun maupun pengasapan belerang dengan emposan, sejumlah petani di Desa Cijeungjing, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, mencoba teknik baru mengusir binatang pengerat dengan cara tradisional kembali ke alam. Petani memasng barangbang atau pangkal pelepah daun kelapa yang sudah kering.

Teknik tradisonal yang diwariskan oleh orang tua jaman dulu tersebut belakangnan ini banyak dilakukan di wilayah tersebut. Barangbang kering jika sepintas dilihat seperti kepala burung hantu yang selama ini merupakan predator alami tikus, banyak ditemukan di areal persawahan yang rusak akibat serangan binatang pengerat tersebut. Dalam setiap petak sawah dipasang tiga hingga lima alat pengusir tikus tradisional tersebut. Barangbang yang dipasang tersebut ditutup dengan plastik warna putih.

''Terus terang saja saya bersama petani di sini sudah putus asa dengan hama tikus yang sejak tiga minggu ini sedang ganas-ganasnya menyerang tanaman. Kami sudah pasang racun furadan, asap belerang dengan emposan, sampai dengan menyebar kotoran sapi, tetap tidak ada hasilnya. Akhirnya kami ingat cerita orang tua dulu mengusir tikus dengan barangbang, sekarang dicoba lagi,'' ungkap Didi (42) warga Desa/Kecamatan Cijuengjing, saat memasang lima alat tradisonal pengusir tikus.

Ditemani istri Ai Nurhayati dan tetangganya, Emah, mereka mamasang lima alat pengusir tikus yang dipasang di lima titik dalam areal yang parah diserang tikus. Selain memasang pengusir, mereka juga sekaligus membersihkan gulma atau tanaman lain, seperti rumput yang ada di sela tanaman padi. Termasuk juga membersihkan batang padi yang putus akibat dimakan tikus. Sebagian batang yang tumbang akibat dibatangnya dimakan tikus, sudah mulai mengeluarkan malai padi.

Didi mengatakan sebelum memasang, beberapa petak sawah lain yang ada di sekitar tempat tersebut sudah terlebih dahulu dipasang. Dia mengaku ada perbedaan antara sawah yang dipasang pengusir tikus tradisional tersebut dengan yang tidak dipasangi barangbang. Hanya saja petani asal Cijeungjing tersebut tidak mengetahui pasti apakah hal itu kerena adanya barangbang atau sebab lainnya.

''Saya lihat sawah yang dipasang barangmbang relatif lebih aman, meskipun sebelumnya menjadai sasaran serangan tikus. Tikusnya kecil-kecil tetapi jumlahnya bergerombol sangat banyak, dan keluar hanya malam hari,'' tutur Didi yang mengolah sawah seluas empat ratus bata.

Serangan hama tikus, lanjutnya, baru berlangsung pada musim tanam kali ini. Dua kali masa tanam sebelumnya, areal sawah relatif aman dari serangan hama. Serangan hama yang mucuncul hanya wereng dan keong emas. Dia mengatakan tingginya frekuensi serangan tikus disebakan karena iklimnya yang mendukung perkembangbiakan tikus. ''Sebelumnya tidak ada serangan tikus, baru sekarang ini saja ada serangan tikus. Sekarang ini kami hanya mengandalkan pengusiran tikus dengan barangmbang. Doakan semoga saja berhasil ya,'' tutur Didi. (A-101/das)***

Baca Juga

Lebih Rendah Mana, Upah Minimum Buruh atau PNS?

SETIAP November gubernur menetapkan upah minimum bagi buruh swasta baik di kota maupun kabupaten, yang berlaku per Januari tahun berikutnya. Upah Minimum Kota/Kabupaten mengacu pada  inflasi dan pertumbuhan ekonomi di tiap-tiap daerah.

KBM Belum Sepenuhnya Normal Pasca Pengukuran Lahan Ricuh

MAJALENGKA,(PR).- Kegiatan belajar mengajar di SD Sukamulya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka mulai berangsur normal walaupun belum seluruhnya masuk sekolah, setelah pelaksanaan pengukuran lahan untuk perluasan Bandara Internasiolan Jawa Barat beberapa hari lalu.

Tim Saber Pungli Cirebon Terkendala Dana

CIREBON, (PR).- Pembentukan tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) di Kota Cirebon terkendala pendanaan. Namun Pemkot Cirebon tetap akan mengusahakan agar dananya bisa dianggarkan di APBD 2017.

Tiga Bendungan Segera Dibangun di Jabar

JAKARTA, (PR).- Tiga bendungan yang berlokasi di Provinsi Jawa Barat ditandangani kontraknya secara serentak dan segera dibangun. Selain untuk mengatasi kebutuhan air, pembangunan ketiga bendungan itu juga untuk mengendalikan banjir dan mendukung irigasi pertanian.