BMPS Kota Bandung Soal BOS

Diperlukan Komitmen Keterbukaan antara Pengelola dan Penyelenggara

PENDIDIKAN

BANDUNG, (PRLM).- Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bandung M. Said Sediohadi mengatakan, untuk pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sekolah swasta tidak pernah ada keluhan atau kendala di lapangan. Namun, yang diperlukan di sini adalah komitmen keterbukaan antara pengelola (yayasan) dan penyelenggara (sekolah).

Menurut Said, di sekolah swasta ada dua sistem pengelolaan keuangan, yaitu sentralisasi dan desentralisasi. Jika sentralisasi, pengelolaan keuangan diserahkan kepada yayasan atau komite sekolah. Akan tetapi, jika desentralisasi pengelolaan keuangan diserahkan ke kepala sekolah dengan memberi laporan pertanggungjawaban secara berkala kepada yayasan atau komite sekolah.

"Diperlukan keterbukaan masing-masing pihak agar tidak terjadi sikap saling curiga. Untuk pencairan dana BOS tahun ini, saya harapkan bisa berjalan lancar seperti tahun sebelumnya," kata Said yang dihubungi Kamis (3/3). (A-187/das)***

Baca Juga

Guru Honorer Madrasah di KBB Belum Digaji Lima Bulan

PENDIDIKAN

NGAMPRAH, (PRLM).-Ribuan guru madrasah honorer di Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum menerima gaji selama lima bulan, atau sejak tahun 2015.

SBMPTN 2015

Panlok 44 SBMPTN UNS Waspadai Kecurangan

PENDIDIKAN

SOLO, (PRLM).- Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Lokal 44 Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, dalam pelaksanaan ujian tulis (Utul) Seleksi Bersama Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2015 yang dilaksanakan sehari, pada Selasa (9/6/2015), mewaspadai praktik kecurangan yang

Ujian Nasional 2015

Siswa SMP PGRI Pagelaran Tertinggi Nilai UN

PENDIDIKAN

CIANJUR, (PRLM).- M. Darul Afiah siswa SMP PGRI Pagelaran menjadi peraih nilai hasil Ujian Nasional (UN) tertinggi tingkat Kabupaten Cianjur tahun 2015. Ia mendapatkan nilai tertinggi dengan total rata-rata 368.

90 Anak Putus Sekolah Dilatih dan Dimotivasi Kembali Belajar

PENDIDIKAN

MAJALENGKA, (PRLM).- Sebanyak 90 orang anak putus sekolah dan anak yatim dari keluarga miskin akan diberikan pelatihan dan dimotivasi oleh tutor agar mereka bersedia melanjutkan sekolah. Biayanya akan ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Majalengka bersama biaya hidup selama sekolah.