DPRD Akan Revisi Perda Tentang Kebersihan

JAWA BARAT

PURWAKARTA, (PRLM).- DPRD Kabupaten Purwakarta, memprioritaskan pembahasan revisi Perda Nomor 16 Tahun 2008 tentang K3 seteleh pemerintah daerah menggulirkan program pengelolaan sampah diserahkan ke kelurahan.

Ketua Balegda DPRD Purwakarta Asep Amidin di Purwakarta mengatakan, revisi perda K3 Purwakarta sangat mendesak sebagai bentuk pengendalian retribusi kebersihan di kabupaten itu. "DPRD melalui badan legislasi akan membahas secara intensif dengan memerhatikan aspirasi dan masukan dari sejumlah elemen masyarakat," kata Asep, Minggu (20/2).

Ia mengakui, sampai saat ini keberadaan perda K3 di Kabupaten Purwakarta masih menimbulkan pro dan kontra di masyarakat sehingga pembahasan regulasi menyangkut pengelolaan kebersihan perlu memerhatikan berbagai aspek. Kalangan anggota DPRD bersama badan legislasi, menurut Asep, perlu bekerja ekstra dalam membahas regulasi ketentuan pengelolaan kebersihan di daerah ini. "DPRD menargetkan pembahasan mengatur perda tentang kebersihan segera diatur sehingga menjadi dasar hukum terhadap pengawasan dan pengendalian kebersihan di daerah ini," katanya.(A-86/A-147)***

Baca Juga

Keong Serang Tanaman Padi, Petani Harus Tambal Sulam

JAWA BARAT

SUBANG, (PRLM).- Sejumlah petani di kelurahan Sukamelang Kecamatan Subang Kabupaten Subang mengeluhkan serangan keong di areal sawah mereka.

Di Kota Tasikmalaya Masih Banyak Kawasan Kumuh

JAWA BARAT

TASIKMALAYA, (PRLM).- Seluas 252 hektare areal di Kota Tasikmalaya masih merupakan kawasan kumuh. Sebagian di antaranya bahkan terletak di kawasan fungsional kota, di antaranya di Kecamatan Tawang, Cipedes, dan Cihideung.

Dana Pemeliharaan Kompleks Pemkot Depok Rp 3 Miliar

JAWA BARAT

DEPOK, (PRLM).- Kompleks pemerintahan di Balai Kota Depok menghabiskan dana pemeliharaan sebesar Rp 3 miliar pertahunnya. Namun demikian, pemeliharaan tersebut tidak menyentuh konstruksi bangunan.

Jelang Musim Tanam Gadu, Waspadai Pupuk Palsu

JAWA BARAT

KARAWANG, (PRLM).- Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Pusat, Winarno Tohir meminta para petani di Indonesia untuk mewaspadai penggunaan pupuk palsu. Sebab, memasuki musim tanam gadu ini, pupuk palsu jenis NPK disinyalir beredar di kalangan para petani.