Penetapan Desa Wisata Kab. Bandung Tak Berdampak

SOREANG, (PRLM).- Penetapan desa wisata oleh Bupati Bandung Dadang M. Nasser pada beberapa waktu lalu kepada 10 desa di Kab. Bandung yang dianggap memiliki potensi kekhasan seni budaya dan tempat wisata, ternyata tidak berdampak kepada pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) desa tersebut dari sektor wisata.

Kepala Desa Alamendah, Kec. Rancabali Endang Darmana mengatakan, selama tiga tahun terakhir desanya tidak mendapatkan pemasukan PAD dari sektor wisata. Seperti kita ketahui, Desa lamendah merupakan salah satu desa yang ditetapkan sebagai desa wisata karena memiliki tempat objek wisata yang sangat terkenal seperti Taman Wisata Alam (TWA) Kawahputih, Cimanggu, dan Bumi Perkemahan (Buper) Rancaupas.

“Ketiga tempat objek wisata tersebut tidak sedikitpun menyumbangkan pendapatannya ke Desa Alamendah. Padahal, secara geografis mereka berada di wilayah kami,” kata Endang kepada “PRLM”, Selasa (15/2).

Lebih ironis lagi, lanjutnya, pengelola TWA Kawahputih tidak pernah memberikan salinan mengenai keuntungan yang diperoleh TWA Kawahputih selama pengelolaannya. “ Kata mereka sih sudah memberikan salinannya kepada Pemkab Bandung. Padahal, tidak ada salahnya memberikan salinan mengenai pendapatan yang diperoleh mereka kepada kami. Oleh sebab itu, kita tidak pernah tahu berapa pendapatan yang mereka peroleh dari wisatawan yang datang kesana,” tuturnya.

Ia menuturkan, seharusnya otonomi desa bisa berjalan sesuai dengan SK penetapan bupati perihal 10 desa wisata. “ Saya berharap kedepannya ada pemasukkan yang diperoleh dari sektor wisata. Selama ini PAD Desa Alamendah diperoleh dari administrasi pedagang yang ingin memproses usahanya,” katanya.

Hal yang sama dikatakan Sekdes Laksana, Kec. Ibun Yayat Suwarsa. Menurut Yayat desanya sama sekali tidak memperoleh pendapatan dari pengelolaan TWA Kamojang. Padahal, TWA Kamojang merupakan satu-satunya tempat wisata uap air di Kab. Bandung yang berada di wilayah desanya. “ TWA Kamojang itu dikelola oleh Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Barat. Sehingga, tidak sedikitpun pendapatnya masuk ke kas daerah,” tambahnya.

Ia menuturkan, pihaknya mencoba bekerja sama untuk membenahi TWA Kamojang untuk bisa menjadi tempat wisata unggulan di Kab. Bandung. “ Namun, BKSDA Provinsi Jabar menolaknya dengan alasan bahwa TWA Kamojang berada di kawasan konservasi sehingga tidak boleh merubah struktur yang ada. Padahal, yang kita inginkan yakni pembenahan agar TWA Kamojang menjadi kawasan wisata yang layak dikunjungi,” ujarnya. (A-194/A-26).***

Baca Juga

Keberangkatan Umrah Tertunda Akibat Kelangkaan Stiker Visa

BANDUNG, (PR).-Biro-biro perjalanan umrah mengeluhkan kelangkaan stiker visa umrah yang dikeluarkan Kedubes Arab Saudi di Jakarta. Kelangkaan stiker visa umrah ini sudah terjadi sejak Kamis 31 Maret 2016 lalu. Akibatnya biro perjalanan menjadwalkan kembali keberangkatan jemaahnya.

banjir, banjaran,

Cisangkuy Meluap, Jalan Banjaran-Soreang Terendam Lagi

SOREANG, (PR).- Diguyur hujan selama beberapa jam pada Selasa sore, 5 April 2016, Jalan Banjaran-Soreang dan Jalan Raya Banjaran menuju Pangalengan, kembali terendam air luapan Sungai Cisangkuy.

Baru Satu Hari Dipasang, Jaring Penahan Sampah Jebol

SOREANG, (PR).-Jaring penahan sampah yang dipasang di aliran Sungai Citepus di Kampung Leuwimelang RT 1 RW 6 Desa Cangkuang Wetan Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, jebol dihantam air deras dan tumpukan sampah kiriman Kota Bandung pada Selasa (5/4/2016) malam.