Perhutani Bangun Wana Wisata Gunung Putri

PERHUTANI Tasikmalaya menyediakan lahan sekitar 37 hektar  untuk wana wisata dan rest area di Kampung Gunung Putri Desa Urug Kec. Kawalu Kota Tasikmalaya.*
CECEP S.A./PRLM
PERHUTANI Tasikmalaya menyediakan lahan sekitar 37 hektar untuk wana wisata dan rest area di Kampung Gunung Putri Desa Urug Kec. Kawalu Kota Tasikmalaya.*

TASIKMALAYA, (PRLM).- Dari luas areal hutan sekitar 350 hektare, Perhutani Tasikmalaya menyediakan lahan sekitar 37 hektare untuk wana wisata dan rest area di Kampung Gunung Putri Desa Urug Kec. Kawalu Kota Tasikmalaya.

Menurut Administratur PT Perhutani Tasikmalaya, Jejen MM, Jumat (11/2), dalam pengelolaan wana wisata dan rest area itu pihaknya mengadakan kerja sama dengan Pemkot Tasikmalaya. "Pemkot Tasikmalaya sudah mengucurkan dana sebesar Rp 500 juta untuk mengelola rest area dan wana wisata tersebut," kata Jejen.

Pada rest area tesebut selain disediakan lahan parkir yang cukup luas, juga disediakan fasiltas camping ground, arung jeram, sarana wisata kuliner, wisata pendidikan, tempat offroad, serta akan dilakukan kerja sama dengan rumah makan. "Bahkan pada rest area itu akan dilengkapi pula tempat parkir di dalam hutan bagi pengunjung yang hendak mengadakan rekreasi di sana," jelas Jejen. (A-14/A-147)***

Baca Juga

Warga Terdampak BIJB Diberi Pelatihan Basic Cargo

MAJALENGKA, (PR).- Sebanyak 25 orang lulusan SMK sederajat asal Kecamatan Kertajati, atau yang terdampak oleh Bandara Internasional Kertajati, diberikan pelatihan basic cargo oleh Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia. Hal ini dilakukan agar kelak mereka bisa bekerja di bidang cargo BIJB.

SEJUMLAH  aktivis lingkungan di Kabupaten Karawang menanam bibit mangrove di Pantai Tanjungbaru, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, 26 Februari 2015 lalu. Kini  mangrove yang ditanam itu dilaporkan mati akibat sering diterjang gelobang pasang air l

30.600 Ha Hutan Mangrove Rusak, Ini yang Bisa Dilakukan

CIKARANG, (PR).- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat, dari 32.000 hektare hutan mangrove yang ada di Jawa Barat, hanya 1.400 hektare yang kondisinya baik. Sebanyak 30.600 hektare sisanya dinyatakan rusak parah.