Bupati Majalengka Kumpulkan Pemuka Agama

BUPATI Majalengka, Sutrisno mengumpulkan seluruh tokoh agama se-Kab. Majalengka di Gedung Yuda Karya Abdi Negara, Jumat (11/2). Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi gesekan antarumat beragama di Majalengka, menyusul kerusuhan di sejumlah dae
FITRI RUMANTRIS/PRLM
BUPATI Majalengka, Sutrisno mengumpulkan seluruh tokoh agama se-Kab. Majalengka di Gedung Yuda Karya Abdi Negara, Jumat (11/2). Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi gesekan antarumat beragama di Majalengka, menyusul kerusuhan di sejumlah daerah.*

MAJALENGKA,(PRLM).- Seluruh pemuka agama se-wilayah Kabupaten Majalengka bersama Bupati, Kapolres dan jajaran Kodim 0617 menggelar pertemuan di Aula Gedung Yudha Karya Abdinegara, Jumat (11/2).

Pertemuan tersebut dilakukan terkait insiden penyerangan jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten dan kasus Temanggung yang terjadi beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan itu, terlihat hadir Bupati Majalengka Sutrisno, Wakil Bupati Karna Sobahi, Kapolres Majalengka AKBP Sony Sonjaya, Dandim yang diwakili Kasi Intel Kodim 0617 Kapten Arh. Endang Supriyatna serta para pemuka agama se wilayah Majalengka.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan agar seluruh pemuka agama untuk tetap menjaga kondusifitas wilayah Majalengka. "Saya berharap seluruh umat beragama di Majalengka dapat saling menghargai sehingga tidak timbul kesalahpahaman di kemudian hari," katanya. (A-177/A-147)***

Baca Juga

Menu Khas Cianjur Diserbu Warga

CIANJUR, (PR).- Berbagai menu khas Cianjur tersedia, mulai dari jojongkong (kudapan kelapa dicampur gular merah), sambal ikan kering, sate jamur, kue taoco, dan penganan lainnya berbahan lokal tersaji di kegiatan bertajuk "Hari Pangan Sedunia dan Lomba Cipta Menu", Selasa, 26 Juli 2016.

Baru Buka Sebulan, Minimarket Disegel Satpol PP

MAJALENGKA, (PR).- Satuan Polisi Praja Kabupaten Majalengka menggembok paksa minimarket di Desa Biyawak, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Rabu 27 Juli 2016.

90 Persen Sungai di Cirebon Tercemar

SUMBER, (PR).- Sungai di wilayah Cirebon mengalami kerusakan hingga 90 persen dan mayoritas sungai tersebut tercemar berat. Secara persentase, 80 persen kerusakan disebabkan manusia sementara 20 persen sisanya disebabkan faktor alam.