Bupati Ciamis Lakukan Mutasi Besar-besaran

CIAMIS, (PRLM).- Bupati Ciamis Engkon Komara melakukan mutasi besar-besaran di lingkungan Pemda Ciamis. Mutasi atau pergeseran dan pergantian pejabat tersebut sebelumnya sudah diisyaratkannya saat melantik Sekda Ciamis Tahyadi A Satibie pada awal Januari 2011.

Dalam pelantikan yang berlangsung Kamis (10/2) di halaman Pendopo Kabupaten Ciamis, terdapat lima pejabat eselon II, serta 366 pejabat eslon III, IV dan V. Pelantikan dilakukan oleh Bupati Ciamis Engkon Komara. Lima pejabat yang dilantik adalah Yoni Kuswardiono sebagai Kepala Dinas Kependudukan, dan Catatan Sipil (sebelumnya Kadis Ciptakarya, Kebersihan dan Tata Ruang), posisi yang ditinggalkannya kemudian diisi oleh Yasmin Sambas.

Posisi Kepala Disnakersostrans yang ditinggalkan Yasmin kemudian digantikan oleh Herdi Saleh yang mendapatkan promosi dari jabatan sebelumnya Kabag Perekonomian. Berikutnya adalah Wasdi Idjudin menempati pos baru sebagai Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan, Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K). Dodon Rudiana yang sebelumnya Sekretaris, mendapatkan promosi naik menjadi Kepala Dinas Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat.

''Mutasi ini merupakan langkah untuk memenuhi kebutuhan. Mutasi tidak berdasarkan rasa suka atau tidak suka, akan tetapi murni dari hasil kajian dari Baperjakat. Dengan demikian pejabat yang menempati pos sudah sesuai dengan kebutuhan,'' ujar Bupati Ciamis Engkon Komara.

Dia mengatakan, mutasi tersebut tidak hanya untuk pergeseran, tetapi sekalgus juga merupakan upaya promosi pejabat. Dengan menemapti posisi yang baru, lanjut Engkon, akan menjadikan penyegaran untuk mencapai kinerja yang lebih baik dari sebelumnya.

Berkenaan dengan posisi Direktur RSUD Ciamis, Engkon mengatakan, sampai saat ini masih melakukan kajian tentang figur yang memenuhi kriteria untuk memimpin institusi tersebut. Dia juga memerintahkan Sekda Ciamis untuk melakukan kajian terhadap pejabat yang bakal menduduki pos tersebut. ''Dengan demikian pejabat yang menjadi direktur RSUD sudah disesuaikan dengan persyaratan, seperti harus soerang tenaga medis,'' tuturnya. (A-101/das)***

Baca Juga

PEKERJA menunkan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram yang kosong di salah satu agen gas "Subur Abadi" Jln. Emong, Kota Bandung, Rabu (27/9/12). Rencana PT Pertamina (Persero) menaikkan harga gas elpiji ukuran 12 kilogram (kg) atau nonsubsidi untuk mengura

Elpiji Bersubsidi Haram untuk ASN

KUNINGAN, (PR).- Pengusaha pangkalan elpiji 3 kg di Kabupaten Kuningan diingatkan untuk tidak lagi menjual elpiji bersubsidi kepada aparatur sipil negara (ASN).

Akankah Kasus Setya Novanto Pengaruhi Pilgub Jabar?

JAKARTA, (PR).- Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran Muradi menilai gonjang ganjing yang terjadi di Partai Golkar terkait menguatnya dugaan keterlibatan Setya Novanto pada korupsi E-KTP bisa memberi imbas tidak langsung pada peta