Seminar Iptek ITSF Tampilkan 19 Penelitian

JAKARTA, (PRLM).- Sebanyak 19 penelitian akan dipaparkan dalam seminar ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) Indonesia Toray Science Foundation (ITSF) yang dijadwalkan berlangsung di Gedung Balai Kartini, Jakarta, Rabu (9/2).

Ketua ITSF Soefjan Tsauri menuturkan, ke-19 peneliti itu berasal dari berbagai lembaga dan universitas di Indonesia. "Mereka adalah para peneliti penerima bantuan penelitian ITSF program tahun 2009," ujarnya sebagaimana siaran pers, Selasa (8/2).

Dijelaskan Soefjan, seminar akan terbagi ke dalam tiga sesi. Sesi pertama akan mengupas paparan penelitian seputar "Life Science and Agricultural Sciences". Kedua, akan melihat tentang "Physical and Enginering Sciences". Sedangkan, sesi ketiga akan membahas tentang "Chemistry and Chemical Engineering & Biotechnology'.

Sebagaimana diketahui, ITSF didirikan pada Desember 1993. Tujuan pendirian ITSF adalah untuk membantu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

Menurut Soefjan, di samping tujuan tersebut, ITSF juga mengupayakan beberapa kegiatan untuk mendukung perkembangan iptek. Dia mencontohkan, kegiatan itu, seperti pemberian penghargaan melalui "ITSF Science and Technology Award" untuk menghargai prestasi peneliti iptek di Indonesia.

Soefjan menambahkan, pemberian penghargaan juga dianugerahkan kepada para peneliti muda untuk lebih memacu penelitian iptek mereka. "ITSF juga memacu para guru SMA untuk lebih kreatif dan inovatif pada bidang iptek lewat penghargaan yang sama," jelasnya. (A-94/das)***

Baca Juga

STMIK AMIK Bandung Wisuda 151 Lulusan

BANDUNG,(PR).- STMIK AMIK Bandung Jalan Jakarta, Kota Bandung, mewisuda 151 lulusannya program sarjana dan diploma di Hotel Horison, Sabtu, 5 November 2016. Wisuda juga diisi dengan penandatanganan kerja sama peningkatan mutu mahasiswa dan penyaluran lulusan dengan empat perusahaan swasta.

Insentif Khusus Disediakan Bagi Guru di Pelosok

BANDUNG.(PR).- Pemprov Jabar akan memeratakan kebutuhan guru pada tahun depan. Pasalnya saat ini masih banyak daerah terpencil yang kekurangan tenaga pengajar. Sementara jumlah guru di perkotaan jauh lebih banyak.

PGRI Ancam Undur Dari Pengelola Dana Hibah

BANDUNG,(PR).- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bandung menyatakan akan mundur sebagai pengelola dana hibah guru honorer 2016 bila keputusan walikota tentang dana hibah belum juga terbit hingga 25 November 2016.