Tingkat Pendidikan Perempuan di Jabar Masih Rendah

BANDUNG, (PRLM).-Tingkat pendidikan kaum perempuan di Jawa Barat masih terbilang rendah. Akibatnya sampai saat ini, akses, kontrol, dan peran sumber daya perempuan Jawa Barat juga masih terbilang rendah.

"Peluang dan kesempatan untuk mencicipi pendidikan masih rendah. Padahal perempuan merupakan pendidik utama dan pertama," kata Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat Sri Asmawati Kusumawardani saat menyampaikan sambutan Gubernur Provinsi Jawa Barat dalam acara Diskusi Panel "Budaya dan Perilaku Masyarakat Sunda" di Aula Universitas Islam Bandung, Jln. Tamansari Bandung, Rabu (2/2).

Menurut Sri, di bidang kesehatan, derajat kesehatan ibu dan anak masih rendah sementara di bidang ekonomi, kemiskinan masih banyak dialami kaum perempuan. Bahkan di bidang hukum, masih banyak terjadi kekerasan, kasus perdagangan perempuan dan anak akibat belum maksimalnya perlindungan terhadap perempuan dan anak serta lemahnya penegakan hukum.

"Perlu upaya terus guna mendorong peningkatan derajat kesehatan keluarga, mendorong peningkatan ekonomi perempuan, dan kesempatan berusaha. Tidak hanya itu, pendidikan politik bagi perempuan juga perlu dioptimalkan karena wawasan politik kini menjadi hal penting," ungkapnya.

Berdasarkan laporan UNDP, kata Sri, setidaknya ada tiga indikator untuk mengukur pencapaian pembangunan. Yakni indeks pembangunan manusia (IPM), indeks pembangunan gender (IPG), serta indeks pemberdayaan gender (IDG).

"Di Jawa Barat, IPM dapat dijadikan indikator keberhasilan, namun sejalan dengan itu, tatakrama yang di dalamnya ada etika dan sopan santun juga menjadi bagian penting dan itu tercermin dalam pranata budaya Sunda," ucapnya. (A-157/kur)***

Baca Juga

STMIK AMIK Bandung Wisuda 151 Lulusan

BANDUNG,(PR).- STMIK AMIK Bandung Jalan Jakarta, Kota Bandung, mewisuda 151 lulusannya program sarjana dan diploma di Hotel Horison, Sabtu, 5 November 2016. Wisuda juga diisi dengan penandatanganan kerja sama peningkatan mutu mahasiswa dan penyaluran lulusan dengan empat perusahaan swasta.

Insentif Khusus Disediakan Bagi Guru di Pelosok

BANDUNG.(PR).- Pemprov Jabar akan memeratakan kebutuhan guru pada tahun depan. Pasalnya saat ini masih banyak daerah terpencil yang kekurangan tenaga pengajar. Sementara jumlah guru di perkotaan jauh lebih banyak.

PGRI Ancam Undur Dari Pengelola Dana Hibah

BANDUNG,(PR).- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bandung menyatakan akan mundur sebagai pengelola dana hibah guru honorer 2016 bila keputusan walikota tentang dana hibah belum juga terbit hingga 25 November 2016.