Guru Menunggu Tunjangan Sertifikasi dan Fungsional

SOREANG, (PRLM).- Hampir setahun sebanyak 8.000 guru pegawai negeri sipil (PNS) menunggu pencairan tunjangan sertifikasi, namun belum juga terkabulkan. Nasib serupa juga dialami sekitar 4.000 guru non PNS di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kab. Bandung yang dengan setia menunggu pencairan tunjangan fungsional. Sampai tahun 2010 sudah lewat ternyata tunjangan fungsional Rp 250.000,-/bulan juga terlewatkan.

“Saya sudah capek menanyakan kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Disdikbud di kecamatan maupun Disdikbud Kab. Bandung, namun tunjangan sertifikasi belum juga keluar,” kata seorang guru PNS yang enggan menyebutkan namanya.

Sedangkan tunjangan fungsional untuk guru non PNS (honorer) sebesar Rp 250.000,-/bulan juga belum diterima. Para guru khawatir anggaran tunjangan sertifikasi maupun tunjangan fungsional bisa hangus karena tahun anggaran 2010 sudah berakhir.

Adanya keterlambatan pencairan tunjangan sertifikasi maupun tunjangan fungsional dibenarkan Kepala Disdikbud Kab. Bandung, Drs. H. Juhana, M.M.Pd. “Anggaran untuk tunjangan sertifikasi sebesar Rp 80 miliar sudah ditransfer dari pemerintah pusat ke kas daerah pada 28 Desember 2010 lalu. Soal teknis pencairan bukan merupakan wewenang dari Disdikbud melainkan Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan (DPPK) Kab. Bandung,” katanya.(A-71/A-147)***

Komentari di Facebook !