Hiu Naga Bintang Seberat 2 Ton di Pangandaran

JAWA BARAT
Masyarakat menarik hiu naga bintang dengan panjang kurang lebih 15 meter dan berat badannya mencapai dua ton lebih yang terjaring di pantai timur Pangandaran, Kab. Ciamis,  Jumat (7/1) .*
UNDANG SUDRAJAT/PRLM
Masyarakat menarik hiu naga bintang dengan panjang kurang lebih 15 meter dan berat badannya mencapai dua ton lebih yang terjaring di pantai timur Pangandaran, Kab. Ciamis, Jumat (7/1) .*

CIAMIS, (PRLM).- Di tengah musim paceklik panjang, Parjo (50) nelayan asal Desa/Kec Pangandaran, Kab. Ciamis, Jumat (7/1) mendapatkan hiu naga bintang dengan panjang kurang lebih 15 meter dan berat badannya mencapai dua ton lebih. Butuh waktu kurang lebih empat jam bagi Parjo untuk menarik hiu dari tengah laut ke bibir pantai.

Tangkapan hiu warna hitam dengan bintik-bintik di sekujur badannya di bibir pantai timur Pangandaran, Kab. Ciamis itu, menjadi tontonan menarik ratusan wisatawan yang sedang berlibur di Pangandaran.

Menurut Parjo, pada awalnya tidak menduga kalau itu bisa mendapatkan tangkapan ikan raksasa dari perairan Pangandaran. Saat dia menebar jala di tengah laut, tiba-tiba ada tarikan kencang dari bawah laut. Saat dia tarik, ternyata hiu itu sempat muncul ke permukaan terjerat jaringnya.

Akhirnya Parjo berjibaku di tengah laut untuk menyeret ikan tersebut ke bibir pantai. Dari pukul 14.00, akhirnya dia bisa menarik hiu itu sekitar pukul 18.00. Dia sempat dibantu oleh adiknya Eeng untuk menarik hiu ke bibir pantai.

Setelah di bibir pantai, rekan nelayan lainnya ikut membantu mengangkat hiu tersebut. Setelah itu, lalu diukur panjangnya. Tangkapan hiu itu bagi Parjo merupakan berkah, karena selama ini tidak seperti nelayan lain mengalami paceklik panjang. Diharapkan ikan hiu itu menjadi penghasilan besar bagi keluarga Parjo.

Hingga pukul 21.00, Parjo bersama nelayan lainnya sedang berusaha mengambil sirip hiu untuk dijual. Setelah siripnya diambil, para nelayan akan memotong-motong daging hiu itu juga untuk dijual.

Bagi nelayan Pangandaran, tertangkapnya hiu merupakan pertanda baik, karena biasanya sering diikuti hasil tangkapan ikan laut yang banyak. “Dalam delapan bulan terakhir hasil tangkapan ikan memang sedang sepi. Mudah-mudahan Ini pertanda akan ada musim kemarau dan ikan akan banyak, apalagi setelah perayaan hajat laut digelar kemarin ini,” jelas Suwardi nelayan lannya yang ikut Parjo. (A-97/K.26/K06/A-26).***

Baca Juga

Tiga Spesialis Curi Ban dan Accu Truk Diringkus

JAWA BARAT

SUBANG, (PRLM).- Tiga orang tersangka spesialis pencurian ban cadangan dan accu truk, Jumat (20/3/2015) ditangkap petugas Polsek Pamanukan. Pada saat penangkapan sempat terjadi aksi kejar kejaran antara mobil yang dikendarai tersangka dengan mobil patroli polisi.

Sejumlah Wilayah di Cianjur Diterjang Bencana

JAWA BARAT

CIANJUR, (PRLM).- Hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Cianjur, Minggu (22/3/2015) petang mengakibatkan sejumlah bencana alam terjadi di Cianjur. Banjir yang merendam sejumlah rumah warga terjadi dibeberapa titik.

Polisi Amankan Empat Pelaku Curanmor

JAWA BARAT

SUKABUMI, (PRLM).- HD alias Enda (34) warga Kampung Cibolangpeuntas, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Selasa (24/3/2015) dibekuk unit buru sergap Reserse dan Kriminalitas (Satreskrim) Markas Kepolisian Sektor Cisaat.

Peredaran Daging Babi Hutan Sudah Lama

JAWA BARAT

SUKABUMI, (PRLM).- Wali Kota Sukabumi, Mohamad Muraz tidak hanya tercengang setelah memperoleh kabar Unit Buru Sergap Satuan Reserse dan Kriminalitas (Satreskrim) Mapolres Sukabumi Kota berhasil mengungkap perdagangan babi hutan alias celeng kepada masyarakat.