Riana Helmi Dokter Termuda di Indonesia

YOGYAKARTA,(PRLM).- Riana Helmi mencatatkan diri dalam rekor nasional sebagai perempuan termuda di Indonesia yang menyandang gelar dokter. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut dilantik bersama 141 dokter lainnya di Grha Sabha Pramana UGM, Kamis (30/12).

Mahasiswi tersebut kelahiran Banda Aceh, 22 Maret 1991. Usianya pada saat dilantik menjadi dokter 19 tahun 9 bulan. Dengan demikian dia tercatat di Museum Rekor Republik Indonesia (MURI) sebagai peraih gelar profesi dokter termuda di Indonesia. Penghargaan ini merupakan kelanjutan dari sebelumnya, ketika MURI mencatat dia sebagai sarjana ledokteran termuda, 17 tahun 9 bulan.

Sri Widayanti, perwakilan MURI, menyatakan Riana Helmi dikenal juga kreatif, selain pandai dari segi akademik. "Dia pernah mendapat penghargaan dari MURI untuk kreasi pita terpanjang (500 meter) dalam peringatan hari AIDS, download jurnal kesehatan terbanyak, serta sikat gigi massal terbanyak," kata dia usai menyerahkan penghargaan MURI untuk kategori dokter termuda.

Pelantian Riana Helmi dan 141 dokter sejawatnya oleh Dekan Fakultas Kedokteran Prof dr Ali Ghufron Mukti, M.Sc. Teman-teman dia terdiri dari 46 dokter laki-laki dan 96 dokter perempuan. Semuanya meraih gelar profesi dokter dalam usia lebih tua dari Riana Helmi.

Usia mahasiswa periah dokter tertua disandang Noor Hanani Binti Mohd Hilmin dengan usia 25 tahun 10 bulan. Sedang lulusan terbaik Agus Simahendra dengan nilai IPK 3,97.

Ali Ghufron Mukti menyatakan usia muda tak menghalangi Riana Helmi menjadi dokter. "Saya lihat dia memiliki kematangan pribadi, tidak ada kesulitan ketika terjun di lapangan,” ujar dia.

Dia mengharapkan Riana Helmi dan kawan-kawannya bekerja dengan mengutamakan prinsip keselamatan dan efisiensi. Selama ini banyak banyak kasus medical error.

Pelantikan Riana Helmi dan kawan-kawan sebagai dokter menambah jumlah lulusan kedokteran. Jumlah dokter lulus dari Fakultas Kedokteran UGM 7204 dokter. (A-84/A-120)***

Baca Juga

Sri Sultan Minta Maaf Kepada Abdi Dalem

YOGYAKARTA,(PR).- Raja tidak pernah salah, adagium tersebut sepertinya tidak berlaku bagi Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X.

PAN Memilih Tetap di Pansus

JAKARTA, (PR).- Mundurnya Gerindra dari Panitia Khusus Hak Angket atas KPK disinyalir akan berimbas pada fraksi lain di dalam Pansus.