Solusi Banjir Citarum Harus dari Hulu

BANDUNG RAYA

SOREANG, (PRLM).-Meski sudah ada kajian mendalam dan perencanaan penanggulangan banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum sejak tyahun 1992, namun pemerintah pusat belum melaksanakan kajian itu. Baru tahun 2011 mendatang pemerintah pusat akan mengalokasikan anggaran Rp 300 miliar untuk penanggulangan banjir DAS Citarum.

“Kajian pemerintah merujuk pada banjir terbesar Sungai Citarum tahun 1986 dengan luas genangan 7249 ha dan merendam hampir 20.000 rumah selama tiga bulan,” kata mantan anggota DPRD Kab. Bandung, M. Ikhsan, dalam rilisnya, Minggu (26/12).

Ikhsan mengatakan, hasil kajian merekomendasikan hal-hal yang bila dilakukan 10 tahun lalu sehingga seharusnya banjir tidak akan separah sekarang. “Sayangnya pemerintah tidak melaksanakan hasil kajian itu. Dampaknya banjir bandang terus berulang yakni tahun 2005 dengan luas genangan 4.750 ha, di tujuh kecamatan. Sedangkan banjir tahun 1986 hanya di dua kecamatan,” katanya.

Pada triwulan pertama 2006, kata Ikhsan, mulai bermunculan wacana penanggulangan banjir Sungai Citarum mulai dari pembuatan kanal, terowongan air, tembok penahan banjir, situ, embung, danau, bahkan memangkas Curug Jompong.

“Ada juga konsep untuk pembuatan sistem polder, pengalih genangan, meluruskan meander, mengeruk, membuat daerah retensi, menghijaukan daerah hulu, menurunkan elevasi, sampai yang paling ekstrim memindahkan penduduk dan pabrik atau relokasi. Tapi, semua itu sebatas wacana,” katanya..

Menurut Ikhsan, apa pun konsep maupun wacana penanggulangan banjir Sungai Citarum tidak akan berhasil apabila tidak menangani hulu DAS Citarum baik di Kec. Cimenyan, Cilengkrang, Jatinangor (Sumedang), maupun Kertasari. ”Hulu Citarum makin gundul. Persoalan lain adalah penataan ruang yang tak terkendali, alih fungsi lahan, pabrik seenaknya membuang limbah sambil terus-menerus menyedot air tanah, dan bantaran sungai yang menjadi pemukiman,” katanya.(A-71/kur)***

Baca Juga

Serasa Kawasan "Car Free Day" di Jln. Asia-Afrika

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Kawasan sekitar Jln. Asia-Afrika, Kota Bandung dan sekitarnya seakan menjadi areal "Car Free Day" (CFD) atau bebas kendaraan, Sabtu (25/4/2015). Ribuan orang bebas berjalan-jalan di jalan yang dahulu merupakan Jalan Raya Pos.

Sebulan, Sampah di Kab Bandung tidak Diangkut

BANDUNG RAYA
Sebulan, Sampah di Kab Bandung tidak Diangkut

TP PKK Cisaranten Kidul Gelar Diskusi

BANDUNG RAYA
TIM Penggerak PKK Cisaranten Kidul  mengadakan workshop dengan tema "Demi Menjiwai Api Juang Kartin" di  Gedung Kecamatan Gedebage, Kota Bandung.

Pasar Ciroyom Bisa Seperti Tanah Abang

BANDUNG RAYA
Pasar Ciroyom Bisa Seperti Tanah Abang

BANDUNG, (PRLM).- Penataan pasar tradisional Ciroyom yang sudah dilengkapi berbagai fasilitas umum diapresiasi Ketua DPW Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia Jawa Barat Dadang Suganda.