Headlines

Alumni Unwim Minta Pertahankan Pendidikan Pertanian

BANDUNG, (PRLM).-Kalangan alumni pendidikan pertanian Bojongseungit Tanjungsari, yang sekarang bernama Universitas Winaya Mukti (Unwim), menginginkan adanya revitalisasi Fakultas Pertanian Unwim. Hal ini terkait pelaksanaan integrasi Unwim dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang mengancam kelanjutan Fakultas Pertanian Unwim setelah proses penggabungan selesai.

Para alumni tersebut khawatir jika pendidikan tinggi pertanian di kampus Bojongseungit Tanjungsari tersebut akan hilang karena seluruh aset yang ditempati Faperta Unwim saat ini akan diserahkan kepada ITB.

“Kami mendengar Fakultas Pertanian Unwim akan ditiadakan. Kami merasa perlu menegaskan bahwa eksistensi pendidikan tinggi pertanian di kampus Bojongseungit Tanjungsari harus dipertahankan,” ujar Ketua Forum Peduli Pendidikan Pertanian Bojongseungit Tanjung Sari, Kab. Sumedang, Ahmad Furqon kepada “PRLM”, pada pertemuan alumni pendidikan pertanian dengan keluarga Yayasan Pangeran Sumedang di Kantor Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jabar, Jln. Ters. Martanegara, Bandung, beberapa waktu lalu.

Furqon mengatakan, terlalu berlebihan jika harus menghapuskan pendidikan pertanian Unwim yang mempunyai sejarah panjang. Perjalanan panjang itu dimulai sejak didirikannya Sekolah Usaha Tani (Land Bouw Bedrifj School) pada 1914, atas prakarsa Kanjeng Pangeran Aria Soeriatmadja (Bupati Sumedang pada waktu itu).

Setelah itu, pendidikan pertanian tersebut terus berkembang ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, seperti SPMA Tanjungsari, Akademi Pertanian Tanjungsari, Sekolah Tinggi Pertanian Tanjungsari hingga menjadi Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti (Unwim) saat ini. (A-196/kur)***

×