Memperingati Tahun Baru Hijriyah

Pencucian Benda Pusaka Prabu Siliwangi

JAWA BARAT
PERINGATAN tahun baru hijriyah di, di Komplek Gading Kencana, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi,  Selasa (7/12) diwarnai pencucian ratusan benda pusakan peninggalan Prabu Siliwangi. Kegiatan  berlangsung  ba’da shalat Dzuhur h
RAYADIE/PRLM
PERINGATAN tahun baru hijriyah di, di Komplek Gading Kencana, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Selasa (7/12) diwarnai pencucian ratusan benda pusakan peninggalan Prabu Siliwangi. Kegiatan berlangsung ba’da shalat Dzuhur hingga sebelum adzan Magrib yangt berlangsung di aula Museum Sejarah Islam Sunda “Prabu Siliwangi”.*

CIANJUR, (PRLM).- Peringatan tahun baru hijriyah di, di Komplek Gading Kencana, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Selasa (7/12) diwarnai pencucian ratusan benda pusakan peninggalan Prabu Siliwangi.

Kegiatan yang berlangsung Ba’da Shalat Dzuhur hingga sebelum adzan Magrib berlangsung di aula Museum Sejarah Islam Sunda “Prabu Siliwangi”.

Sebelum ritual pencucian benda pusaka itu, diawali pembacaan kitab suci Al-Quran dan doa-doa. Bahkan sebelum pusaka yang diyakini peninggalan Raja Pajajaran itu, dibersihkan dengan air yang ditaburi bunga-bungaan dan minyak harum, Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, KH. Muhammad Fajar Laksana meminta salah seorang sesepuh musium untuk membacakan Sasakala Prabu Siliwangi.

Pemandiaan benda pusaka sempat menarik perhatian warga dan para santri disana. Dengan serius mereka mengikuti setiap tahapan proses pencucian. Satu persatu benda pusaka dikeluarkan dari sarungnya untuk dibersihkan. Terdengar doa-doa dan dzikir para santri mengiringi proses ritual itu.

“Kegiatan yang bertepatan dengan satu Muharam ini, merupakan salah satu bentuk kecintaan kita terhadap sejarah dan budaya Islam Sunda,” kata Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, KH. Muhammad Fajar Laksana kepada “PRLM”, Selasa (7/12).

Apalagi bertepatan dengan momen memperingati tahun baru hijriyah kali ini, kata KH Muhammad Fajar Laksana diharapkan dapat menambah khasanah budaya sunda yang selama ini mulai terkikis. Apalagi sosok Prabu Siliwangi mulai ditinggalkan para generasi muda. Padahal sosok Prabu Siliwangi yang selama ini telah melenggenda dapat mendorong seluruh eleman masyarakat untuk terus mengkajinya.

“Diharapkan tonggak memperingati Muharam ini, generasi muda dapat termotivasi untuk ikut serta memelihara serta melestarikan sejarah dan budaya Islam Sunda. Apalagi budaya sunda sangat kaya dengan nilai-nilai luur yang dapat diaplikasi dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. (A-162/A-26).***

Baca Juga

Wabup Sumedang tak Laporkan Kegiatan Pemerintahan ke Bupati

JAWA BARAT

SUMEDANG, (PRLM).- Meski Wakil Bupati Sumedang H. Eka Setiawan kini melaksanakan tugas dan kewenangan Bupati Sumedang H. Ade Irawan, dalam Undang-Undang No.

Rumah Pendamping PKH Distroni Maling

JAWA BARAT

CIANJUR,(PRLM).- Rumah seorang pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Nia Sugiantara (41) di Kampung Sukawening RT 05/RW 04 Desa Sukamantri Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur, Rabu (3/6/2015) disatroni maling.

Desa Siap Menyelesaikan APBDes Sesuai Jadwal

JAWA BARAT

SUBANG, (PRLM).- Sejumlah desa di Kabupaten Subang menyatakan kesiapannya menyelesaikan revisi APBDes sesuai waktu yang telah ditentukan Pemkab Subang. Mereka mengatakan tak mengalami kesulitan merevisi APBDes sekaligus menentukan program sesuai skala prioritas.

Ulama Minta Pemerintah Tutup Tempat Hiburan Jelang Bulan Puasa

JAWA BARAT
Ulama Minta Pemerintah Tutup Tempat Hiburan Jelang Bulan Puasa

SUMEDANG, (PRLM).- Kalangan ulama di Kabupaten Sumedang mengharapkan sekaligus mengimbau kepada pemerintah dan masyarakat terutama para pengusaha tempat hiburan untuk menutup tempat-tempat hiburan selama bulan Ramadan 1436 Hijriah yang tinggal beberapa hari lagi.