Edah Zubaedah, TKW Asal Cirebon, 9 Tahun Hilang di Arab Saudi

JAWA BARAT

SUMBER, (PRLM).- Seorang tenaga kerja wanita (TKW) warga Desa Tukmudal, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Edah Zubaedah (39) dikabarkan menghilang lebih dari 9 tahun sejak berangkat ke Arab Saudi. Pihak keluarga sudah berupaya mencari informasi dari berbagai sumber baik PJTKI maupun dinas terkait, namun belum mendapat kepastian.

Pihak perusahaan pengerah tenaga kerja (PJTKI) PT Avida Avia Duta yang berkedudukan di Jakarta, yang mengirim Edah sendiri terkesan lepas tangan. "Hingga kini pihak keluarga belum pernah mendengar kabar berita Edah. Anak kedua kami tidak jelas keberadaannya sejak berangkat 9 tahun lalu," kata Jaenudin, orang tua Edah.

Upaya untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi Edah juga dilakukan dengan melaporkannya ke pihak Dinas Tenaga Kerja setempat. Namun pihak Disnaker juga tidak bisa berbuat apa-apa.

Menurut Jaenudin, Edah bekerja di Arab Saudi melalui jasa penyalur TKI, PT Avida Avia Duta di Jakarta. Informasi terakhir yang diterimanya dari pihak PJTKI, anaknya bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Kota Qoseem. Namun, sejak diberangkatkan tahun 2001, kata Jaenudin, Edah tidak ada kabar beritanya.

Dikatakan dia, pihak keluarga pernah menerima surat yang dititipkan melalui teman sesama TKW yang kebetuan pulang. Menurut keterangan teman Edah, surat itu dari Edah. Namun kata Jaenudin, pihaknya menyangsikan surat tersebut ditulis oleh Edah Zubaedah karena tanda tangan dan tulisan tidak sesuai dengan ciri khas tulisan Edah.

Pihak keluarga curiga Edah mengalami nasib seperti TKW lain yang tidak jelas kabar beritanya. "Dalam suratnya waktu itu ia menyatakan dalam keadaan sehat, namun tidak digaji selama bekerja," tutur Jaenudin.

Jaenudin berharap ada upaya dari pemerintah untuk dapat mengetahui keberadaan dan memulangkan Edah yang sudah hampir sepuluh tahun tidak jelas keberadaanya. (A-92/das)***

Baca Juga

Kejari Tahan Kepala MAN Terkait Korupsi Ruang Belajar

JAWA BARAT
DEDE Kamaludin, Kepala Madrasah Negeri di Cianjur, digelandang menuju Lembaga Pemasyarakatan Cianjur, Kamis (5/6/2015). Dede menjadi tersangka pembangunan ruang belajar di MAN Pacet Kabupaten Cianjur dengan total anggaran Rp 4,5 miliar.*

CIANJUR, (PRLM).- Kepala salah satu madrasah aliyah negeri di Cianjur, Moh. Dede Kamaludin ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur. Pria 50 tahun ini ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan ruang belajar MAN Pacet Kabupaten Cianjur tahun 2011.

Alkon Pil dan Suntik Masih Jadi Pilihan Utama

JAWA BARAT

SUKABUMI,(PRLM).-Alat kontrasepsi jenis suntik dan pil di Kabupaten Sukabumi masih menjadi pilihan utama akseptor keluarga berencana.

Meski demikian, tren pemakaian metode kontrasepsi jangka panjang, saat ini cenderung meningkat.

Keluarga Miliki Peran Penting Wujudkan Kepribadian

JAWA BARAT

BOGOR,(PRLM).-Lingkungan memiliki peran penting dalam memujudkan kepribadian individu, khususnya lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga merupakan basis awal kehidupan bagi setiap manusia dimana awal pendidikan sebenarnya dimulai.

Pedagang Rugi Akibat Isu Merica Palsu

JAWA BARAT

GARUT, (PRLM).- Merica palsu juga ditemukan di wilayah Garut, tepatnya di Pasar Tradisional Cibatu. Bahkan beredar isu bahwa pabrik pembuatan merica palsu pun berada di dekat kawasan tersebut yaitu di Kampung Cicageur, Desa Padasuka, Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut.