Karena 14 Posisi Kurang Peminat

Penerimaan CPNS Kota Bekasi Diperpanjang

JAWA BARAT

BEKASI, (PRLM).-Meski telah berhasil menjaring 3971 calon peserta tes CPNSD, masa pendaftaran CPNSD Kota Bekasi masih akan diperpanjang hingga Selasa (30/11) depan. Panitia beralasan ada 14 posisi yang masih belum ada calon pandaftarnya karena kurang peminat.

Sekretaris Panitia Penerimaan CPNSD, Imanudin, Sabtu (27/11) membenarkan jika masih ada posisi tenaga teknis yang masih kosong, tanpa peminat. Dengan demikian, pendaftaran CPNSD akan diperpanjang. Meski, kali ini pendaftaran tidak melalui sistem on line melainkan calon peserta datang langsung ke sekretariat panitia. "Untuk keempat belas posisi teknis itu benar-benar tidak ada peminatnya," kata Iman.

Posisi yang tidak ada peminatnya itu yakni guru keterampilan Sekolah Menengah Pertama (SMP), guru Agama Hindu, guru perpustakaan Sekolah Menengah Atas (SMA), dan guru pariwisata Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Selain itu, posisi untuk sejumlah dokter spesialis juga masih kosong, di antaranya dokter spesialis bedah digestive, dokter spesialis bedah plastik, dokter spesialis jantung, dokter spesialis patologi anatomi, dokter spesialis patologi klinik, dokter spesialis penyakit jiwa, dokter spesialis penyakit paru, dokter spesialis radiologi, dokter spesialis rehabilitasi medik dan dokter spesialis THT.

Sementara itu, masyarakat Kota Bekasi berharap, perpanjangan masa pendaftaran ini benar-benar karena tidak ada pendaftar, bukan sekadar alasan untuk memasukkan sejumlah peserta titipan. Sebab, meski penyelanggarannya dilakukan dengan melibatkan pihak ketiga (Unpad), keputusan tetap berada di tangan kepala daerah, yang seharusnya berdasarkan rekomendasi pihak ketiga sesuai dengan hasil tes.

"Semoga saja benar tidak ada pendaftar. Bukan kayak pendaftaran yang lain yang sering dimanupulasi agar peserta titipan masuk," kata salah seorang warga Bekasi Selatan, Murni (35).

Menurut dia, sebagian masyarakat sudah pesimis jika proses penerimaan CPNS di Kota Bekasi murni tanpa rekayasa. "Tahun-tahun sebelumnya juga pakai sistem online, tapi kan, tetap saja titipan masuk," katanya.

Berdasarkan catatan "PRLM", ada beberapa kasus yang diduga merupakan rekayasa pihak tertentu terkait pendaftaran CPNS maupun siswa baru. Sebab, tahun lalu sistem penerimaan siswa baru yang menggunakan sistem on line juga sengaja memperpanjang masa pendaftaran dengan alasan masih banyak kursi kosong. Namun, diduga hal itu hanya sebuah cara untuk memasukkan sejumlah siswa titipan. hal hampir serupa juga terjadi pada penerimaan CPNSD tahun lalu yang lebih banyak memasukkan peserta titipan daripada peserta tes murni. (A-155/kur)***

Baca Juga

Pemkab Cianjur Alokasikan Rp 3 M Untuk Bebaskan Lahan di Situs Gunung Padang

JAWA BARAT

CIANJUR,(PRLM).- Pemkab Cianjur pada tahun 2015 ini baru menganggarkan sebesar Rp 3 miliar untuk pembebasan lahan di zona inti Situs Megalitikum Gunung Padang di Desa Karyamukti Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur. Jumlah tersebut diprediksikan masih jauh dari mencukupi.

Tim Gabungan Temukan Makanan tidak Layak Konsumsi

JAWA BARAT

TASIKMALAYA, (PRLM).- Masih banyaknya beredar atau diperjualbelikan Barang Dalam Kemasan Tertutup (BDKT) tidak layak konsumsi di pasar modern di Kota Tasikmalaya.

Tim Razia tak Temukan Parsel Kedaluwarsa

JAWA BARAT
SEJUMLAH petugas dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi serta Dinas Kesehatan sedang memeriksa parsel yang dijual oleh sebuah toko di Kelurahan Cigasong, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka. Pemeriksaan dilakukan untuk menghindari adanya m

MAJALENGKA,(PRLM).- Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi serta Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka merazia sejumlah pedagang parsel dan pedagang makanan kemasan di pasar tradisional dan pasar modern yang ada di Kabupaten Majalengka, Rabu (8/7/2015).

Dibongkar, Penjualan Miras Sistem Order Kirim

JAWA BARAT

CIAMIS, (PRLM).- Jajaran Kepolisian Resor Ciamis berhasil membongkar praktik penjualan minuman keras dengan sistem delivery order (DO/order kirim). Ada empat warung penjual minuman keras di beberapa wilayah Ciamis yang digerebek, pada Kamis (9/7/2015) malam.