Headlines
Projek Waduk Jatigede Telan Korban

Thohary, Pekerja Pembuatan Terowongan, Tergusur Luapan Cimanuk

NURYAMAN/"PRLM"
NURYAMAN/"PRLM"
CAMAT Jatigede Kab. Sumedang, Sahna (mengenakan peci) sedang meminta informasi kepada dua pekerja projek Waduk Jatigede di depan mulut outlet terowongan pengelak pendukung projek tersebut, Kamis (25/11). Sahna, turun tangan ke lokasi tersebut, menyusul adanya seorang pekerja projek tersebut yang mengalami kecelakaan terjebak dan hilang terbawa hanyut ke Sungai Cimanuk dari dalam terowongan ini, yang terjadi Rabu (24/11) malam.*

SUMEDANG, (PRLM).- Projek pembuatan bendung Waduk Jatigede di Desa Cijeungjing, Kec. Jatigede, Kab. Sumedang, kembali menelan korban. Seorang pekerja pembuatan terowongan pengelak di area tapak bendung waduk tersebut, Thohary (49) tergusur hanyut luapan air Sungai Cimanuk, Rabu (24/11) malam, dan hingga Kamis (25/11) sore, nasib dan keberadaan ayah dua anak itu belum diketahui.

Musibah menimpa pekerja dari PT. Waskita Karya, warga komplek perumahan Sengkong Persada Blok D 6 Nomor 8, RT 04 RW 06, Desa Sengkong, Kec. Purwasari, Kab. Karawang itu, menurut keterangan, terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Pada saat itu, air Sungai Cimanuk meluap menjebol dua bendung berlapis pengaman outlet (lubang untuk pengeluaran air) terowongan pengelak.

Akibatnya, luapan air sungai itu serentak melimpas dan berputar-putar pada cerukan bekas galian depan mulut outlet. Sebagian di antaranya berbalik arah memasuki lubang outlet terowongan tersebut.

Mengetahui ada air masuk, puluhan pekerja yang sedang beraktivitas di dalam terowongan itu pun, segera berlarian keluar menyelamatkan diri. "Ada yang berlari keluar melalui mulut inlet terowongan, ada juga yang sempat menyelamatkan diri keluar melalui outlet menerjang arus air," ujar seorang pekerja dari PT. Synohidro penggarap projek pembuatan tapak bendung Waduk Jatigede yang sedang bekerja di dekat lokasi outlet terowongan tersebut, Kamis (25/11) sore.

Sementara itu, Thohary yang sedang bekerja di dalam terowongan dekat outlet, tidak sempat menyelamatkan diri. Sewaktu ada air masuk, menurut keterangan rekan sekerja korban kepada petugas dari Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kec. Jatigede, Thohary sempat berteriak-teriak memberi tahu ada air masuk dan meminta rekan-rekan sekerjanya keluar. "Namun, dia (Thohary) sendiri, menurut keterangan yang kami peroleh, saat itu tidak sempat menyelamatkan diri karena keburu terjebak dan diduga langsung terbawa hanyut ke Sungai Cimanuk," tutur Camat Jatigede Sahna, didampingi Kepala Seksi Trantrib Asep Sumitra, yang sedang menghimpun keterangan di lokasi projek tersebut, Kamis sore.

Menyusul musibah tersebut, PT. Waskita Karya pun, malam itu segera berupaya melakukan pencarian di sekitar lubuk sungai bentukan depan mulut outlet terowongan. Setelah air dalam terowongan itu surut, malam itu pula sejumlah pekerja dibantu penerangan lampu mobil dan senter segera mencari keberadaan Thohari menelusuri sepanjang terowongan tersebut.

Upaya pencarian Thohary, mulai Kamis pagi kemarin telah mendapat pula bantuan dari sejumlah masyarakat sekitar dan petugas dari unsur Muspika Kec. Jatigede, dengan cara menyusuri ke arah hilir Sungai Cimanuk. "Bahkan, PT. Waskita Karya sekarang sudah mengerahkan pula tenaga mencari korban, sampai ke Bendung Rengrang bagian hilir Cimanuk di wilayah Kab. Indramayu. Akan tetapi, sampai sekarang korban yang hilang diduga terbawa hanyut ke Sungai Cimanuk ini, belum ditemukan," tutur Agun, staf Seksi Trantib Kec. Jatigede, yang turut berupaya melakukan pencarian korban.

Sebagaimana pernah diberitakan, terowongan pengelak tersebut dibuat pelaksana projek Waduk Jatigede untuk mengalihkan sementara arus Sungai Cimanuk dalam projek pembuatan bendungan Waduk Jatigede. Terowongan tersebut, dibuat sepanjang lebih kurang 530 meter, dengan diameter sekitar 10 meter. (A-91/das)***