Mayjen TNI Nanang Djuana Priadi Jabat Dan Seskoad

BANDUNG, (PRLM).-Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), selain sebagai lembaga pendidikan, juga berperan sebagai lembaga pengkajian dan dapur konsepsi strategis TNI AD. Karena itu, Seskoad dituntut bisa meningkatkan aktifitas forum pengkajian yang menghasilkan pemikiran strategis untuk kemajuan TNI AD.

Demikian diungkapkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta pada sambutannya dalam sertijab Komandan Seskoad di Lap. Upacara Melati Mekar Seskoad Jln. Gatot Subroto Kota Bandung, Selasa (9/11). George menuturkan, Indonesia, sebagai bagian masyarakat dunia, pasti terimbas perkembangan lingkungan sehingga mempengaruhi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Geografis Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudera, juga menuntut TNI AD untuk mampu bergerak ke seluruh wilayah NKRI guna menindak dan mengatasi segala bentuk ancaman yang mungkin terjadi," kata George.

George menjelaskan, Seskoad sebagai tempat pembentukan perwira-perwira untuk menjadi pemimpin tingkat menengah. "Pemimpin tingkat menengah ini harus mampu memimpin kesatuannya dan aktif dalam perumusan, pembuatan keputusan dan kebijakan manajemen pada level yang lebih tinggi," katanya.

Karena itu, penyelenggaraan Seskoad diarahkan untuk menyiapkan sumber daya perwira yang memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, moral dan etika prajurit. "Pendidikan adalah investasi dalam membangun SDM handal yang diproyeksikan untuk tugas-tugas di masa mendatang," kata George.

KSAD memaparkan, modal pengetahuan yang luas sebagai landasan kemampuan analisi yang tinggi, akan membuat seorang perwira tidak cemas menghadapi setiap perkembangan lingkungan yang berubah cepat. "Karena ia mampu memprediksi berbagai kemungkinan yang terjadi, cepat beradaptasi dan mampu mengantisipasinya," ucapnya.

Seiring hal itu, Seskoad perlu membuka diri dan melakukan upaya kerjasama dengan dengan lembaga pendidikan lainnya, baik di lingkungan TNI maupun luar TNI. "Itu penting demi berlangsungnya sharing pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola pendidikan," kata George.

Dalam upacara itu, Mayjen TNI Nanang Djuana Priadi (sebelumnya menjabat sebagai Wadan Sesko TNI) resmi menjabat sebagai Dan Seskoad menggantikan Mayjen TNI Markus Kusnowo. Markus berpindah tugas sebagai Danpusterad (Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat).

George mengingatkan, jabatan yang diemban para mayjen itu bukanlah hadiah, tapi amanah dari Tuhan Yang Maha Besar. "Jadi apapun yang jenderal lakukan dan tidak lakukan berkaitan dengan jabatan itu, kelak akan dimintai pertanggungjawaban-Nya," katanya. (A-128/kur)***

Komentari di Facebook !