Pindad Akan Produksi Panser Dilengkapi Roket

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Untuk meningkatkan sistem keamanan dan pertahanan Indonesia, Kementerian Pertahanan RI akan memproduksi sejumlah alat utama sistem senjata. Di antaranya adalah panser tarantula yang dilengkapi dengan kanon serta roket dengan daya jangkau 15 kilometer.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro yang ditemui usai memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung di Aula Timur ITB, Jln. Ganesa Bandung, Jumat (5/11).

Menurut Purnomo, pengerjaan dari peralatan tersebut akan dilakukan oleh industri pertahanan dalam negeri, yakni PT. Pindad yang juga melibatkan PT. Dirgantara Indonesia dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. Hal ini dilakukan untuk mendorong industri dalam negeri dan kembali membangkitkan PT. DI.

Rencananya roket buatan Pindad ini akan diuji coba hari ini (Sabtu (6/11)) di Pusat Latihan Tempur Baturaja. Jika ujicoba ini berhasil, pemerintah akan memproduksi 750 roket pada 2013 dan 1.000 roket di tahun 2014. “Kita prioritaskan untuk Angkatan Laut dan Angkatan Darat. Ini sangat bagus karena merupakan produk dalam negeri. Fokus pertama untuk kebutuhan dalam negeri dan selanjutnya akan dikembangkan untuk ekspor. Begitu juga untuk panser tarantula ini. kembangkan untuk memperkuat sistem keamanan kita selain juga mendorong industri dalam negeri,” tuturnya.

Sebelumnya, kata Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Minerla ini, PT. Pindad juga telah memproduksi panser anoa. Sebanyak 150 panser anoa telah diproduksi untuk memperkuat tim perdamaian RI di di Libanon. “Panser Anoa ini sudah kita produksi juga untuk pasar luar negeri selain juga CN 235. Malaysia sudah memesan dan akan menambah pesanan. Rencananya minggu depan Menhan Malaysia akan datang ke Indonesia untuk membicarakan ini,” ujarnya.

Selain alat utama tersebut, pemerintah juga menurut Purnomo akan menambah produksi alat lain. Seperti payung terjun dan sejumlah sparepart lainnya. “Kita juga akan libatkan PT. DI untuk produksinya,” ucapnya.

Purnomo menambahkan, anggaran yang diperlukan untuk perawatan dan pembelian alutsista dalam kabinet kali ini sebesar Rp 150 triliun, di luar belanja pegawai. Sementara dalam APBN ditetapkan Rp 100 triliun. “Ada gep Rp 50 triliun. Sedang kita carikan. Pada 2011 nanti akan dipenuhi, selain juga kita coba tambah pada APBNP,” ujarnya. (A-157/das)***

Baca Juga

Konferensi Asia Afrika 2015

Penutupan Jalan Sekitar Gedung Merdeka Mulai Kamis Pagi

BANDUNG RAYA
Penutupan Jalan Sekitar Gedung Merdeka Mulai Kamis Pagi

BANDUNG, (PRLM).- Terhitung Mulai H-1 atau hari Kamis (23/4/2015) diselenggarakannya Peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika, ruas Jalan Asia Afrika, Braga pendek, Cikapundung Timur dan Barat, sejak pukul 06.00 tidak bisa dilalui oleh kendaraan baik roda 2 atau pun 4.

Cipta Kondisi Jelang KAA, Razia Miras Digelar

BANDUNG RAYA

CIMAHI, (PRLM).- Menjelang pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA) Ke-60, digelar Operasi Cipta Kondisi Cakra Lodaya 2015 yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi. Dalam kegiatan tersebut disita sejumlah miras dari toko eceran di Kota Cimahi.

Tangani Citarum tak Cukup Sentuh Aspek Manusia

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Penanganan permasalahan rusaknya Citarum, tidak cukup hanya menyentuh aspek manusia di sekitar Daerah Aliran Sungai Citarum.

Penelitian Atmosfer Sebaiknya Bersinergi dengan Pemerintah

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Penelitian atmosfer sebaiknya disinergikan dengan pemerintah. Pemerintah sangat membutuhkan data atmosfer dari hasil penelitian tersebut untuk keperluan pemantauan lingkungan hidup. Mengingat semakin banyak dampak buruk yang terjadi akibat perubahan iklim tersebut.