Gedung SDN 1 Keduanan Ambruk

SEBANYAK dua lokal bangunan SDN 1 Keduanan, Kec. Depok, Kab. Cirebon ambruk dimakan usia, beberapa hari lalu.*
ANDIK/KC
SEBANYAK dua lokal bangunan SDN 1 Keduanan, Kec. Depok, Kab. Cirebon ambruk dimakan usia, beberapa hari lalu.*

SUMBER,(PRLM).- Sedikitnya dua ruangan kelas gedung SDN 1 Keduanan, Desa Keduanan, Kec. Depok, Kab. Cirebon mendadak ambruk akibat dimakan usia. Beruntung peristiwa tersebut pada saat di luar jam sekolah hingga tidak ada korban jiwa maupun luka.

Pada Kamis (4/11) siang bagian atap dan tembok dua dari enam ruangan kelas itu masih tampak ambrol, puing-puing genteng dan kayu pun masih berserakan. ambrol.

Menurut Kuwu Desa Keduanan, Teja Rahman, ambruknya gedung sekolah yang sudah tua itu kebetulan pada waktu tidak ada kegiatan belajar. "Kebetulan ambruknya pada waktu di luar jam sekolah. Yaitu sekitar pukul 21.00 WIB tadi malam hingga tidak ada korban," kata Teja.

Diakuinya, waktu di balai desa sedang ada musyawarah desa. Tiba-tiba dua ruang kelas tersebut ambruk. Kondisi gedung SDN 1 Keduanan sudah sangat memprihatinkan dan sudah waktunya dilakukan rehab.

Pihaknya sudah beberapa kali mengajukan bantuan untuk melakukan rehab ke instansi terkait, namun, hingga saat ini tidak ada kejelasan. "Kami sangat berharap pemerintah segera membangun kembali sekolah yang telah ambruk itu, karena, dikhawatirkan mengganggu kegiatan belajar mengajar," kata Kuwu Teja.

Hal senada juga disampaikan Kepala SDN 1 Keduanan, Moh. Saleh, dia mengatakan dua kelas yang ambruk tersebut kondisinya sudah rusak berat.

Disebutkan, bangunan yang ambruk itu masing-masing dua kelas yang ditempati kelas 4 dan 5. "Karena, ruangan kelas telah ambruk, terpaksa untuk murid kelas empat dan lima untuk sementara dipindah ke madrasah," kata Saleh..

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kab. Cirebon, Eman Sulaeman kepada wartawan mengakui ribuan lokal SD di Kab. Cirebon kondisinya memprihatinkan, karena banyak yang telah rusak serius.

"DAK (Dana Alokasi Khusus-red) yang diterima pihak sekolah tidak diperbolehkan untuk merehabilitasi ruang kelas yang rusak tersebut," kata Eman.

Diakuinya, dari jumlah 1.635 lokal SD di Kab Cirebon, sebanyak 1.035 di antaranya sudah rusak berat dan sisanya rusak ringan. Dikatakan, meskipun pada tahun ini Pemkab Cirebon menerima DAK sebesar Rp 60 miliar, namun, dana tersebut tidak boleh dialokasikan untuk memperbaiki lokal yang rusak tadi, tetapi hanya diperbolehkan untuk membangun ruang perpus takaan SD, rehab SMP serta pembangunan ruang kelas baru. (A-146/A-26).***

Baca Juga

LIPI Gelar Seminar Perkembangan Teknologi Bidang Elektromagnetik

JAKARTA, (PR).- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian menggelar seminar bertajuk "Communication Technology on Electromagnetic Compatibility (EMC): Satellite and Digital TV", berlangsung di Serpong, Kota Tangerang Selatan,

Karya Mahasiswa Dipamerkan di Open House FSRD Universitas Maranatha

BANDUNG, (PR).- Perkembangan seni dan desain bisa dilihat dari dunia kampus. Ide yang tumbuh kemudian diwujudkan dalam karya dengan latar belakang mahasiswa biasanya lebih orisinal. Pasalnya, mereka mendapat tuntutan untuk menyelesaikan tugas sehingga kreativas harus digali sedalam mungkin.

Diana Mayasari Raih Nilai UN Sempurna Se-Jawa Barat

CIREBON, (PR).- Diana Mayasari, siswa SMPN 7 Kota Cirebon meraih nilai ujian nasional (UN) tertinggi se-Jawa Barat. Diana meraih nilai sempurna 10, untuk semua mata pelajaran yang diujikan pada UN tahun 2016.