DPRD Jabar Akan Mempertanyakan Dana Cadangan Daerah

BANDUNG RAYA

BANDUNG,(PRLM).-DPRD Jabar akan mempertanyakan Dana Cadangan Daerah (DCD) sebesar Rp 100 Milyar untuk pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar pada Pilkada Tahun 2013 mendatang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2011. Rencananya DPRD Jabar akan mengadakan rapat komisional dan rapat fraksi untuk membahas dana tersebut.

"Sejauh ini, dewan belum tahu bagaimana perhitungan dari pihak eksekutif mengenai dana tersebut. Jadi pada rapat komisi nanti kita akan bahas usulan dari Pemerintah Provinsi Jabar terkait dana cadangan itu," kata anggota Badan Anggaran, Eka Hardiana, saat ditenui "PRLM" di ruang kerjanya, Senin (25/10).

Bentuk pertanyaan tersebut, kata dia, yakni bagaimana bisa angka sebesar Rp 700 Milyar yang merupakan total kebutuhan dari dana Pilkada tahun 2013 itu muncul dan seperti apa perinciannya. "Seluruh komisi di DPRD Jabar baik itu A,B,C,D dan E secara bersamaan akan membahas mengenai Rancangan APBD 2011 tersebut pada hari Selasa (26/10), Rabu (27/10), dan Kamis (28/10) di ruang komisi masing-masing. Pembahasan tersebut, salah satunya akan membahas dana cadangan tersebut," ujar Eka.

Menurut dia, penggunaan dana cadangan untuk Pilgub 2013 nantinya harus memiliki tujuan yang jelas dan tidak mengganggu penggunaan dana lainnya terutama dana untuk kepentingan masyarakat. "Saya setuju dengan pengalokasian dana tersebut secara bertahap agar pada pelaksanaannya di Tahun 2013 tidak menyedot dana pembangunan dan kesejahteraan rakyat," katanya.

Dia menambahkan, dana cadangan merupakan dana dari sisa lebih penggunaan anggaran tahun tersebut. "Jadi, penganggaran dana cadangan untuk Pilgub 2013 nantinya sebesar Rp 100 Milyar untuk mencicil total kebutuhan dari dana pilkada sebesar Rp 700 Milyar," ujarnya.

Dia mengungkapkan, pihaknya meminta eksekutif untuk segera mempunyai desain bagaimana Pilgub 2013 nanti dilaksanakan. "Kita berharap sebisa mungkin penggunaan anggaran tersebut efektif, sehingga sisa-sisa yang ada untuk kebutuhan yang lainnya," ucapnya.

Seperti yang kita ketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan dana sebesar Rp100 miliar untuk pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar pada Pilkada Tahun 2013 mendatang dalam Rancangan APBD 2011.
"Usulan dana untuk Pilkada 2013 tersebut tidak menyalahi aturan sehingga setiap tahunnya akan dianggarkan," kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Gubernur mengatakan, akan alokasikan dana untuk Pilkada setiap tahun secara bertahap sehingga di tahun 2013 tidak terlalu berat menganggarkannya. Dia menambahkan, pada Pemilihan Gubernur Jabar 2008 dana yang dihabiskan mencapai Rp 700 miliar dan untuk Pilgub tahun 2013 jumlahnya akan sama dengan tahun 2008.

"Dana Pilgub tahun 2011 dialokasikan Rp 100 miliar, nantinya diakhir tahun dana yang tidak terpakai tidak akan dimasukan ke Silpa tapi disimpan didana cadangan. Saya kira dengan diangsur setiap tahun maka pada tahun 2013 tidak terlalu besar anggaran untuk Pilkada sehingga tak menganggu anggaran lain," katanya. (A-194/kur)***

Baca Juga

Avalpo Suprayogi Meninggal Dunia

BANDUNG RAYA
ERIYANTI NURMALA DEWI/PRLM

BANDUNG, (PRLM).- Avalpo Suprayogi (76) bin Dadang Suprayogi meninggal dunia, Jumat (27/3/2015), di kediamannya di Jalan Hegarmanah 10 Bandung. Almarhum meninggalkan satu istri dan empat anak, setelah sebelumnya sering sakit-sakitan.

Pendidikan Prajurit Jangan Sia-sia

BANDUNG RAYA

SOREANG,(PRLM).- Pendidikan lanjutan yang dijalani prajurit jangan sia-sia, namun harus meningkatkan profesionalisme di bidangnya.

Ada Dua Laporan

Status Kasus Cita Citata di Polda Jabar Ditentukan Minggu Ini

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Kelanjutan kasus penghinaan Cita Citata terhadap masyarakat Papua yang dilaporkan mahasiswa Papua akan ditentukan kelanjutannya pada minggu ini oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Jabar‎.

Sempat Melawan Saat Ditangkap

Polisi Lumpuhkan Begal Motor di Sukamiskin

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Yanto Supriatna (27) pelaku begal yang telah puluhan kali menjalankan aksinya terpaksa dilumpuhkan Unit Reskrim Polsekta Bandung Wetan. Yanto dilumpuhkan dengan cara ditembak kedua kakinya di bagian betis, karena mencoba melawan saat hendak ditangkap.