Pengabdian KRI Karang Unarang-985 Berakhir

NASIONAL
PRAJURIT anak buah kapal KRI Karang Unarang-985 melakukan penghormatan saat penurunan ular-ular perang yang menandai berakhirnya pengabdian KRI Karang Unarang di jajaran TNI AL, pada upacara milliter di dermaga 115 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (21/
DISPENARMABAR
PRAJURIT anak buah kapal KRI Karang Unarang-985 melakukan penghormatan saat penurunan ular-ular perang yang menandai berakhirnya pengabdian KRI Karang Unarang di jajaran TNI AL, pada upacara milliter di dermaga 115 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (21/10).*

JAKARTA, (PRLM).- Masa pengabdian KRI Karang Unarang-985 berakhir dengan dilaksanakannya penurunan ular-ular perang dalam suatu upacara militer di Dermaga 115 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (21/10).

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) dalam amanatnya yang dibacakan Komandan Satuan Kapal Bantu Koarmabar (Dansatbanarmabar) Kolonel Laut (P) Suhartono mengatakan, ular-ular perang merupakan simbol kapal perang yang harus berkibar di tiang gafel, sebagai salah satu tanda dari Kapal Perang Republik Indonesia. Oleh sebab itu, upacara penurunan ular-ular perang melalaui upacara milliter yang dilaksanakan secara sederhana namun khidmat ini, merupakan suatu peristiwa simbolik yang menandakan berakhirnya perjalanan sejarah pengabdian suatu KRI sebgai unsur kekuatan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut.

Lebih lanjut Pangarmabar mengatakan, KRI Karang Unarang-985 adalah kapal jenis eks Kapal Ferry Cepat (KFC) yang dibangun d iatas galangan kapal Lurseen di Jerman Barat pada tahun 1998. KRI ini masuk jajaran TNI Angkatan Laut sesuai Surat Keputusan Kasal nomor Skep/226/II/2006 tanggal 14 Februari 2006, dan merupakan kapal eks Barito yang dihibahkan dari ASDP ke TNI AL C.q Koarmabar. Kapal ini diproyeksikan menambah kekuatan jajaran Satuan Kapal Bantu Koarmabar yang mengemban tugas sebagai kapal cepat angkut personel dalam penggelaran pasukan di seluruh wilayah perairan nusantara. Sejak dikukuhkan masuk jajaran Koarmabar pada tanggal 7 April 2006 sampai saat ini, kehadiran KRI Karang Unarang-985 belum dioperasikan secara optimal, namun secara teknis masih layak untuk beroperasi.

Perlu dipahami bahwa Pemimpin TNI/TNI Angkatan Laut sudah mempertimbangkan secara matang terhadap keputusan penghapusan ini, yaitu agar lebih dapat bermanfaat bagi masyarakat dengan menghibahkannya ke Pemerintah Daerah Kepulauan Sangihe sebagai sarana transportasi laut di wilayah Kepulauan Sangihe.
Hadir pada Upacara terebut Wakil Bupati Kabupaten Sangihe Jabes E. Gaghana, SE, ME, Ketua DPRD Kabupaten Sangihe T.P. Jangkobus, dan Wakil Komandan Satpaskaarmabar Letkol Laut (T) Siswanto. (Mun/A-147)***

Baca Juga

Garuda Nyaris Batal Mendarat

NASIONAL

YOGYAKARTA, (PRLM).- Pesawat Garuda Indonesia Boing 737-800 Flag GA 208 rute Jakarta-Yogyakarta, tertahan di udara sekitar 20 menit.

Presiden Kunjungi Kampung Tambak Udang di Mamuju Utara

NASIONAL

MAMUJU, (PRLM).- Setelah mengunjungi Kabupaten Morowali dan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (29/5/2015) Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Widodo da sejumlah menteri Kabinet Kerja mengunjungi Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat, Sabtu (30/5/2015), untu

Transportasi Barang dan Jasa

Tol Lampung - Palembang Bisa Turunkan Harga Barang

NASIONAL

SABAHBALAU, (PRLM).- Presiden Joko Widodo berharap dalam tiga tahun ke depan jalan tol Lampung – Palembang sudah kelihatan, kemudian dilanjutkan pembangunan jalur kereta api, sehingga akhirnya transportasi akan murah dan harga barang juga murah.

Gempa Nepal

Tim Evakuasi Udara Indonesia Sisir Wilayah Langtang

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Tim evakuasi udara Indonesia mulai melakukan pencarian tiga pendaki asal Bandung yang hilang kontak komunikasi setelah gempa Nepal di wilayah Langtang.