LDM Bernilai Ratusan Juta Rupiah Ditelantarkan

SUMBER, (PRLM).- Dua unit bangunan lumbung desa modern (LDM) Sri Tirta Mas Koperasi Unit Desa (KUD) di Jalan KH. Zaenal Arifin, Desa Cikulak Kidul, Kec. Waled, Kab. Cirebon sudah beberapa tahun terakhir ini ditelantarkan.
"Bangunan LDM beserta sarana pendukung lainnya yang dibangun dengan uang negara diperkirakan ratusan juta rupiah yang ada di seberang jalan utama Desa Cikulak Kidul Kecamatan Waled itu terlihat sudah lama tidak digunakan," kata pengamat sosial politik, Ichwan Mulyana, Selasa (12/10).
Menurut dia, bangunan beserta isinya itu terkesan ditelantarkan hingga mubazir. Hal ini mengingatkan pada tahun 1980 hingga 1990-an di wilayah Kab. Cirebon begitu banyak bangunan gudang KUD namun, mayoritas tidak bisa diberdayakan dan ditelentarkan.
"Seharusnya, aset LDM yang sebelumnya menelan biaya besar itu jika tidak lagi dimanfaatkan sebagai lumbung, bisa diberdayakan untuk kegiatan produktif lainnya," katanya.
Sesuai pantauan, bangunan utama LDM yang cukup besar dan satu unit bangunan lain yang berdiri di atas tanah agak luas itu dibiarkan begitu saja. Namun, lahan kosong di bagian belakang bangunan tersebut dimanfaatkan sejumlah peternak untuk membuat kandang kerbau.
Ketua KUD Sari Mekar Waled Desa Cikulak Kidul, Rasli, ketika dihubungi lewat telefon kantor KUD setempat, belum bisa dihubungi. Namun, salah seorang pegawai KUD yang keberatan disebutkan jatidirinya, membenarkan kalau bangunan tersebut sudah lama tak digunakan. "Maaf Pak, saya tidak tahu soal itu, nanti ngomong saja langsung dengan Pak Rusli," katanya seraya menutup telepon.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Peternakan Kehutanan dan Perkebunan Kab. Cirebon, H. Ali Effendi ketika dikonfirmasi membenarkan LDM Sri Tirta Mas di Desa Cikulak Kidul tersebut sudah tidak bisa digunakan.
"Waktu itu ada salah satu komponen mesin yang rusak, namun, ketika alat tersebut berupaya dicari di berbagai tempat ternyata tidak ada, jadi mesin itu tak bisa digunakan," katanya, menjelaskan. (A-146/das)***
sudah banyak proyek
sudah banyak proyek pemerintah yang mubazir, yang seharusnya untuk pemberdayaan rakyat dimana rakyat sangat butuh ketrampilan , modal usaha,pendidikan. Rakyat minta kepada Yth bapak pembuat kebijakan / Pemerintah, wujudkan anggaran porsi kesejahteraan diperbesar serta permudah aturan perizinan usaha.
Masa, yg bener saja pak cuma
Masa, yg bener saja pak cuma 2 dua?. Oh, ya yg modern ya? Kalau "gudang KUD" yg hampir ada disetiap Desa diseluruh nkri? Gak tau persis sih, yg jelas banyak sekali gedung KUD/katanya, yg dibangun jaman orba dulu banyak yg dikosong terbengkelaikan. Mungkin LDM ini "lanjutan" dari gedung2 KUD dulu?
Indonesia=bisa membangun tapi
Indonesia=bisa membangun tapi tidak bisa memelihara, sudah membudaya. Cermati kalimat ini.
1. Mesin tanpa suku cadang?
1. Mesin tanpa suku cadang? Teu lieur mah....
2. Bangunan-bangunan anu lain oge loba anu terlantar,misalna TERMINAL AGRIBISNIS dimana-mana jadi IMAH JURIG. Aya oge anu dijadikeun IMAH TENGKULAK JEUNG TUKANG RENTEN. Sok investigasi ka lapangan. NGEUNAH PISAN TANGKULAK DIBERE TEMPAT. PABALIUT PA TANI,TANGKULAK JEUNG TUKANG RENTEN PABALIUT DI TERMINAL AGRIBISNIS.
ini indikasi bahwa awal
ini indikasi bahwa awal pembuatan ldm tanpa terkonsep dan sekarang mempunyai alasan bahwa ldm sudah tidak layak di pakai lagi apakah ini alasan yang logis!!!
saran untuk orang pemerintahan tolonglah kalau membuat suatu bangunan itu jangan berjangka pendek karena di takutkan tidak bertahan lama sehingga tidak mengeluarkan biaya dari pemerintah daerah lagi.
masalah yang dia atas itu tidak menjabarkan tentang suatu proses lagi ldm itu,kemana????
Post new comment