SBY Dituduh Abaikan Kompolnas
JAKARTA, (PRLM).- Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengabaikan masukan soal calon Kapolri dengan mengajukan nama Komjen Timur Pradopo. Kepastian pencalonan Timur Pradopo disampaikan oleh ketua DPR Marzuki Alie yang Senin (4/11) malam mengatakan dia sudah menerima surat dari Presiden.
Anggota Kompolnas La Ode Husein mengatakan pihaknya dan Polri sudah melakukan penilaian sehingga merekomendasikan nama Komjen Nanan Soekarna dan Komjen Imam Sudjarwo sebagai calon kapolri kepada presiden.
La Ode Husein mengatakan tidak memahami mengapa presiden mengabaikan pertimbangan Kompolnas dan Polri. "Pertimbangan itu mempunyai makna yuridis kalau kita lihat dalam undang-undang. Seharusnya pertimbangan Kompolnas tidak bisa diabaikan," kata La Ode Husein kepada "BBC".
Timur Pradopo baru Senin (4/10) dilantik menjadi jenderal bintang tiga sebagai kepala badan pemeliharaan keamanan. Sebelumnya dia adalah Kapolda Metro Jaya dengan pangkat inspektur jenderal atau jenderal bintang dua.
Namun juru bicara presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan pencalonan Timur Pradopo sudah sesuai dengan Undang-Undang nomor 2 tahun 2002 tentang kepolisian negara. Julian Pasha secara khusus menyebut pasal 11 yang pada dasarnya mengatakan kapolri diangkat dan diberhentikan oleh presiden dengan persetujuan DPR.
Langkah selanjutnya dalam proses pencalonan Timur Pradopo adalah uji kelayakan yang akan dilakukan oleh Komisi III DPR yang menangani masalah hukum.
Anggota Komisi III dari PDI-Perjuangan Trimedya Panjaitan mengatakan partainya akan menyoroti peran Timur Pradopo dalam peristiwa Trisakti-Semanggi. "Karena Pak Timur Pradopo ini pernah dipanggil Pansus Trisakti-Semanggi, mungkin kita meminta Komnas HAM meneliti secara komperhensif sejauh mana keterelibatan Pak Timur Pradopo soal Trisakti-Semanggi," kata Trimedya.
Trimedya juga akan menanyai rekam jejak Timur Pradopo sebagai Kapolda Metro Jaya yang ditandai dengan kericuhan soal Gereja HKBP di Bekasi dan pembunuhan di Jln. Ampera, Jakarta Selatan, akhir bulan September.
Timur Pradopo dicalonkan sebagai pengganti Jeneral Bambang Hendarso Danuri yang masa jabatannya habis akhir bulan Oktober. (A-147)***
kalau kampanye boleh lah,
kalau kampanye boleh lah, bagus2 tapi setelah duduk 2 x lupa semua, KKN jalan terus, korupsi apalagi, Anak, besan, ipar, TS semuanya uda kebagian harta orang miskin, makan terus, kenyangkan lah, biar mangkin gembrot.
KAYA2 NYA SBY DG KAPOLRI
KAYA2 NYA SBY DG KAPOLRI SUDAH ADA JANJIAN SETALI 3 IKET ,DUA DUA NYA MUKA BADAK TEMBOK BETON KALAH TEBAL NYA GAK ADA MALU NYA ,MUNDUR ATUH TIDAK USAH BERKOAR MAU MEMBRANTAS KORUP ANAK DAN BESAN SENDIRI MAKAN UANG RAKYAT MISKIN INDONESIA KAYA NYA BADAN PRESIDEN KITA DAN BADAN KAPOLRI COCOK UNTUK DI JADIKAN PESUMO DI JEPANG KALE YAH PADA GEMBROT GEMBROT ..........MUNDUR DONG APA GAK MALU SEMUA KEL ANDA SUDAH BANYAK YG DUDUK JADI PEJABAT ...........
aduh sudah sudalah biar tetep
aduh sudah sudalah biar tetep di ganti kaya apa juga tetep polisi indonesia mah dah muka badak kebal di omongin ,pak sby sekali sekali atuh di tilang pake topeng,biar tau metalitet polisi kita yg suka ngambilin duit rakyat dan memeras rakyat kecil ,pak sby dan polisi sama aja tukang tilang dan muka badak .........
Jika lingkaran terdekatnya
Jika lingkaran terdekatnya saja sudah tidak mendukung SBY, alamat susah baginya SBY dalam membangun Indonesia. Alih-alih dapat menjalankan pembangunan, akan lebih banyak pengritiknya....
Hayu ah urang diskusikan di www.dumalana.com !!!
SBY PEMBOHONG EMANG.... SBY
SBY PEMBOHONG EMANG.... SBY PELINDUNG KORUPTOR LA IYA.... SBY PENAKUT, MUNGKIN YA SOALNYA KUNJUNGAN KE BELANDA DI BATALKAN... SBY KAYA SO PASTI YANG MELARAT KAN RAKYAT. HE..HE..HE, SBY BAIK IYA JG SD,SMP GRATIS AKAN LEBIH BAIK KLO SEMUA SERBA GRATIIIIS JANGAN DIA AJA YANG SEMUA GRATIS.
amun lain tukang ngabohong,
amun lain tukang ngabohong, moal jadi presiden, tinggali we beuteungna beuki bunder, untung irungna teu manjangan jiga pinokio
Kompolnas mengaku suaranya
Kompolnas mengaku suaranya tidak di dengar. Apakah ada suara rakyat yang di dengar SBY?. Jangankan suara rakyat kecil, suara tokoh agama saja tidak didengar. Mendapat tudingan bohong, SBY menolak. Padahal saya orang Klaten, dulu dia bilang mau membeli hewan/sapi yang mati karena Merapi. Kenyataan membuktikan bahwa dia tidak melakukannya, berarti bohong. Suka Bohong Yah (SBY.
hedehhhhhhh......... Presiden
hedehhhhhhh.........
Presiden RI SBY...SBY...??????
Hallo.!sekarang jangan hanya
Hallo.!sekarang jangan hanya mempermasalahkan siapa calon yang akan jadi kapolri,yang lebih penting adalah segera wujudkan perubahan sistem managemen polri secara menyeluruh dan terkawal dan tidak merugikan segala hal yang besangkutan dengan pelayanan terhadap kepentingan rakyat,contoh dalam pengurusan SIM/STNK jangan didominasi oleh "Kantor Bersama", sebetulnya kepengurusan dan pembayaran pajak kendaraan bermotor yang berasal dari berbagai wilayah manapun yang kebetulan kepemilikannya berada ditempat yang berasingan dari tempat kendaraan itu dikeluarkan,bisa dilakukan secara "On Line",seperti dikantor-kantor pos & Bank-bank yang ditunjuk secara legal,contoh positip seperti ini sudah dilakukan dinegara tetangga,dan mafaat bagi rakyat adalah lebih cepat,effisien & menyenangkan, juga manfaat bagi negara tercinta ini adalah mencegah virus-virus korupsi dan perbuatan suap-menyuap
Saya setuju, kita nggak
Saya setuju, kita nggak permasalahkan calon Kapolri, siapapun yang jadi Kapolri asalkan jujur dan ikhlas serta mau bekerja ya sudah, tentang sistem manajemen Polri harus diperbaiki/dirubah saya setuju, sekarang ini masih banyak Polisi yang jadi tukang pungut. Kalau pengurusan STNK mobil/motor perpanjangan 1 tahun sekarang sudah online, bisa bayar pajak kendaraan dimana saja dalam satu wilayah provinsi (mis : se Jabar), kalau perpanjangan 5 tahun harus di Samsat dimana STNK diterbitkan karena ada proses ganti plat nomor dll, untuk perpanjangan SIM ada mobil SIM keliling, untuk bikin SIM harus ke Polres setempat. Dengan cara tersebut sudah lumayan mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Untuk masalah hujat menghujat, kita jangan terbawa arus bisikan setan, yang justru kita akan rugi sendiri menghujat orang yang belum tentu seperti itu. Keadaan di Indonesia saat ini, konsep di atas sudah bagus, hanya dari menengah ke bawah (sebagai pelaksana) yang perlu diawasi, banyak kepentingan dan penyimpangan yang terjadi, mungkin laporan ke Presiden baik2 saja. KALAU KITA MEMFITNAH/ MENGHINA/ MENYALAHKAN ORANG YANG FAKTANYA TIDAK JELAS (SALAH), MAKA PAHALA KITA AKAN PINDAH KE ORANG YANG KITA HINA/FITNAH, DOSA KITA BERTAMBAH DOSA DIA BERKURANG, JADI........... KITA MISKIN PAHALA DAN BANYAK DOSA alias BANGKRUT, SEDANGKAN DIA BANYAK PAHALA DAN SEDIKIT DOSA alias KAYA, LALU .......... APA YANG AKAN DIBAWA KE AKHIRAT KALAU KITA MISKIN PAHALA .....???.
Post new comment