Mahasiswa Unibba Unjukrasa Tuntut Pergantian Rektor

SOREANG, (PRLM).- Tak puas dengan keberadaan rektor yang berpendidikan sarjana, puluhan mahasiswa Universitas Bale Bandung (Unibba) Baleendah menggelar unjukrasa di depan kantor Yayasan Bale Bandung (YBB), Senin (4/10). Mahasiswa menuntut agar pihak yayasan melakukan pergantian Rektor Unibba Ir. H. Arifin Zohar Budiman karena dinilai ijazah yang ditandatanganinya tak laku di pasaran.

Perwakilan mahasiswa diterima Ketua Dewan Pembina YBB, H. Lily Soemantri, didampingi Ketua YBB H. Bunyamin Dudih. Menurut H. Lily, unjukrasa para mahasiswa merupakan dinamika kampus apalagi setelah YBB mengeluarkan surat keputusan yang memberhentikan Arifin sebagai Rektor Unibba.

“Pihak YBB menilai selama dua tahun ini tidak ada perkembangan pembangunan fasilitas kampus. Pembangunan tersendat karena rektor sendiri tidak pernah hadir dalam rapat panitia anggaran,” katanya.

Selain itu, YBB mempertimbangkan status gelar akademik Arifin yang sarjana, padahal rektor minimal doktor. “Kalau dosen saja dituntut harus master (S-2) sehingga rektor idealnya S-3 bahkan guru besar atau profesor,” ucapnya.

Sedangkan ketika “PRLM” ingin menemui Arifin di ruang kerjanya, seorang staf rektorat Unibba mengatakan, Arifin sedang menerima tamu sehingga tak bisa diganggu. (A-71/das)***

Baca Juga

Tiga Instruksi Ridwan Kamil untuk Atasi Masalah PPDB

BANDUNG, (PR).- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil melakukan tiga langkah dalam upaya perbaikan dan peningkatan proses seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Bandung. Tiga langkah itu merupakan respons atas pengaduan dari masyarakat yang masih mengalir hingga saat ini.

Unpad Mobile untuk Kemudahan Mahasiswa

BANDUNG, (PR).- Universitas Padjadjaran menggandeng Telkomsel mengembangkan aplikasi Unpad Mobile untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa.

Habibie: Kebijakan Riset Sudah "On The Track"

SOLO,(PR).- Pengembangan riset yang tengah dilakukan pemerintah saat ini melalui berbagai pengambilan kebijakan dinilai 'on the track' atau sudah di jalur yang benar. Hal tersebut diungkapkan bapak teknologi nasional, Bacharuddin Jusuf Habibie.