Mahasiswa Unibba Unjukrasa Tuntut Pergantian Rektor

SOREANG, (PRLM).- Tak puas dengan keberadaan rektor yang berpendidikan sarjana, puluhan mahasiswa Universitas Bale Bandung (Unibba) Baleendah menggelar unjukrasa di depan kantor Yayasan Bale Bandung (YBB), Senin (4/10). Mahasiswa menuntut agar pihak yayasan melakukan pergantian Rektor Unibba Ir. H. Arifin Zohar Budiman karena dinilai ijazah yang ditandatanganinya tak laku di pasaran.

Perwakilan mahasiswa diterima Ketua Dewan Pembina YBB, H. Lily Soemantri, didampingi Ketua YBB H. Bunyamin Dudih. Menurut H. Lily, unjukrasa para mahasiswa merupakan dinamika kampus apalagi setelah YBB mengeluarkan surat keputusan yang memberhentikan Arifin sebagai Rektor Unibba.

“Pihak YBB menilai selama dua tahun ini tidak ada perkembangan pembangunan fasilitas kampus. Pembangunan tersendat karena rektor sendiri tidak pernah hadir dalam rapat panitia anggaran,” katanya.

Selain itu, YBB mempertimbangkan status gelar akademik Arifin yang sarjana, padahal rektor minimal doktor. “Kalau dosen saja dituntut harus master (S-2) sehingga rektor idealnya S-3 bahkan guru besar atau profesor,” ucapnya.

Sedangkan ketika “PRLM” ingin menemui Arifin di ruang kerjanya, seorang staf rektorat Unibba mengatakan, Arifin sedang menerima tamu sehingga tak bisa diganggu. (A-71/das)***

Baca Juga

Siswi SMK NU Banat Kudus Merintis Sebagai Perancang Busana

KUDUS, (PR). Dalam menyambut peringatan Hari Pendidikan Nasional 2016, Pemerintah Kabupaten Kudus bersama Djarum Foundation menyelenggarakan SMK Weekend. Acara ini bertujuan untuk mengenalkan lebih dalam kepada masyarakat, tentang beragam jurusan yang ada di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan.

NASKAH soal UN SD/MI dan SDLB yang akan didistribusikan di Percetakan PT. Karya Kita, Jln. Pasirwangi, Kota Bandung, Kamis (2/5/2013).*

Soal UN Sudah Sampai di Ciamis

CIAMIS, (PR).- Sebanyak 13.039 siswa SMP di Kabupaten Ciamis siap mengikuti Ujian Nasional (UN) yang akan dilaksanakan mulai hari Senin, 9 Mei 2016. Mereka akan mengikuti ujian yang tersebar di 99 dari 114 sekolah menengah pertama penyelenggara UN.