Junaedi dan Yongki Korban Ledakan Tabung Gas

PURWOKERTO,(PRLM).- Junaedi Setiawan (65) dan Yongki (35) penduduk Perumahan Puri Hijau I C Nomor 7 Kelurahan Karangklesem Kecamatan Purwokerto Utara, Banyumas Jawa Tengah mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya akibat tabung gas elpiji 12 kg meledak, Kamis (30/9).
Kedua bapak dan anak ini dirawat di ruang IGD Rumah Sakit Umum Margono Soekaryo Purwokerto. Ledakan tabung gas elpiji tersebut, terjadi saat Junaedi sedang menyalakan rokok saat duduk menonton TV di ruang keluarga yang jaraknya hanya 2 meter dari dapur.
Salah satu tetangga korban Anto Yulianto (29) yang juga anggota polisi mengatakan sekitar pukul 8.10 WIB, ia medengar suara keras seperti rumah ambruk. Saksi dan bebarapa tetangga langsung berlari menuju sumber suara. Tetapi mereka terhalang pagar besi yang masih terkunci. Para tetangga terpaksa merusak pagar besi agar bisa masuk ke dalam rumah.
Saat pintu besi terbuka mereka kaget sakaligus miris, melihat dua korban ledakan sedang berjalan keluar rumah dengan sempoyongan. Tubuhnya bergetar seperti zombi, bagian muka terlihat putih, sebagian kulit wajahnya terkelupas. Junedi yang telanjang dada hanya memakai celana pendek sehingga luka bakar terlihat lebih jelas kulitnya memerah. Kondisi Yongki tak kalah mengenaskan, bagian kaki terus mengucurkan darah, sementara baju dan celana panjang sobek-sobek di sana sini.
"Saya sangat kaget, sehingga hanya bisa tertegun melihat mereka ke luar rumah seperti mayat hidup jalannya sempoyongan dan terus bergetar. Saya merasakan bulu kuduk berdiri dan tubuh saya serasa ngilu semua seperti ikut merasakan rasa sakit yang mereka derita," jelasnya.
Melihat kondisi korban yang mengalami luka parah, tetangganya segera membawa kedua korban ke RSU Margono Soekarjo. Sementara separuh bangunan permanen type 35 porak poranda, atap bagian dapur dan ruang tengah jebol dan semua perabot dalam kondisi rusak.
Kepada sejumlah tetangga yang mengantar ke rumah sakit Junaedi mengatakan, pada saat kejadian Junaedi dan anaknya Yongki sedang berada di ruang televisi kemudian dia menyalakan rokok sementara Yongki berada tidak jauh darinya sedang menonton televisi. Saat menyalakan api dengan korek gas, langsung muncul ledakan, dia dan anaknya terpental beberapa meter. Dia mengaku hanya tinggal berdua sebab istrinya sedang berada di Semarang.
Dokter jaga di IGD RSU Margono Soekarjo dr. Adi Guno mengatakan, luka bakar yang dialami korban ledakan elpiji sangat serius. Junaedi mengalami luka bakar hampir 90 persen sementara Yongki 80 persen.
Wakil Kepala Polsek Purwokerto Selatan, Ajun Komisaris Polisi Isfa Indarto di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus ledakan. Hasil olah TKP sementara ledakan terjadi diduga karena adanya kebocoran dari selang tabung elpiji ukuran 12 kilogram.
"Kita masih melakukan penyelidikan, namun dugaan sementara ledakan akibat adanya kebocoran gas yang terakumulasi di dalam," jelasnya. (A-99/A-120)***
turut berduka skali.....krn
turut berduka skali.....krn aku jg pernah mengalami kebakaran elpiji 12kg rumahku hancur luka bakarku 90% hanya berdoalah yg membuatku smngat hdp dirmh sakit keadaanku malah smakin buruk,lewat mimpi aku trs brobat ke org pintar dgn dioles daun sirih lukaku bs cpt kering dan berkat pertolongan Alloh smpe skrg aku masih hdp
akan diperparah lagi dengan
akan diperparah lagi dengan aturan yg baru, yaitu mengharuskan kendaraan saat ini untuk beralih ke BBG. benar2 parah indonesia.
aduh pak aku turut berduka
aduh pak aku turut berduka cita yaa..., apa ora mambu gas neng njero ngomah nek slang tabung gase bocor, kiye siki kan akeh tikus pada klayaban, dadi ya ati-ati nek kira-kira mambu gas aja ngudud disit, mungkin slang tabung di cokoti tikus, pancen tikus ja rakus banget wong duwit be pada di grogoti ko...., woto teluk
Turut berduka
Turut berduka sedalam-dalamnya buat korban dan keluarganya!
Mengapa kasus ledakan ini masih terus berlanjut??? Kiranya pemerintah c.q Pertamina harus lebih teliti lagi dalam mengawasi ini. Urang bahas bareng yuk di www.dumalana.com !!!
disamping rasa dukanku
disamping rasa dukanku mendengar berita itu kepeda ke dua korban beserta ke 2 keluarganya,saya ingin menyampaikan pendapat saya.sebaiknya polisi harus mengusut mengapa kejadian itu dapat terjadi,kalau kebocoran itu karena kelalaian dari pengusaha pengedar tabung gas,maka pengusaha itu harus mempertanggung jawabkannya kepada korban dan keluarganya.
turut berduka ya,, semoga
turut berduka ya,,
semoga seluruh keluarga diberikan ketabahan
dan bagi kedua korban get well soon ya
Post new comment