STTD Wisuda 361 Lulusan dari Berbagai Jurusan

BEKASI, (PRLM).-Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) mewisuda 361 lulusannya dari berbagai jurusan. Para lulusan dari sekolah kedinasan di bawah pembinaan Kementerian Perhubungan ini, siap diserap pasar kerja di bidang transpotasi darat.

"Pada saat ini ada permintaan dari daerah sebanyak 108 alumni dan dari instansi pusat sabanyak 32 alumni berbagai jurusan untuk kebutuhan tahun 2010," kata Johny Marpaung di sela-sela acara wisuda di kampus STTD Jln Setu, Cibitung, Kab. Bekasi, Kamis (30/9).

Para lulusan STTD hingga 2009 sudah banyak yang terserap pasar kerja yakni sebanyak 1.288 orang jurusan program Diploma III Lalu Lintas Angkutan Jalan, 669 orang lulusan program Diploma IV Transportasi Darat, 66 orang lulusan program Diploma III Perkeretaapian.

"Selain menjadi pegawai negeri sipil perhubungan pusat dan daerah, beberapa lulusan diterima bekerja di perusahaan swasta," katanya. Total lulusan hingga 2009 mencapai 1.590 orang ditambah 361 orang lulusan tahun ini, sehingga secara keseluruhan sekolah ini menghasilkan 1.951 orang.

Menurut Johny, STTD didirikan pada 8 September 1951 dengan nama Akademi Lalu Lintas (ALL) yang diresmikan Presiden Soekarno. "Tapi hanya menghasilkan satu angkatan," katanya.

Pada 5 Desember 1980 AAL dihidupkan lagi dengan nama BPL Ahli LLAJR. Sekolah ini kemudian dialihstatuskan menjadi STTD dengan mengintegrasikan program studi yang dilaksanakan BPL Transjaya (sekarang BPPTD Tegal), dan BPL LLASDP (sekarang BPPTD Palembang) melalui Keppres No. 41 Tahun 2000 tertanggal 10 Maret 2000 tentang Sekolah Transportasi Darat.

Pada wisuda kali ini, wisudawan terbaik diraih Eka Arista Anggorowati dari program Diploma IV jurusan Transportasi Darat Ekstension, Wahyu Eko Putro dari program Diploma IV Transportasi Darat Reguler, Friska Yunita Ginting dari program Diploma III Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Selanjutnya, Riris Aryanti dari program Diploma III Perkeretaapian, Deni Nurdiansyah dari program Diploma III Lalu Lintas Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan, Titik Dwi Satrianingsih dari program Diploma II Pengujian Kendaraan Bermotor (kampus Tegal), dan Adrian Pradana dari Diploma II Pengujian Kendaraan Bermotor (kampus Bali). (A-78/kur)***

Baca Juga

Kebijakan Guru Mengajar 40 Jam Seminggu Jalan Terus

JAKARTA, (PR).- Kendati kebijakan sekolah lima hari dalam sepekan sedang dikaji ulang, pemerintah tetap akan mulai menerapkan kebijakan menambah jam mengajar guru dari 24 jam menjadi 40 jam dalam seminggu pada tahun ajaran 2017/2018.

70 Siswa Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) Ditolak Sekolah

BANDUNG, (PR).- Sedikitnya 70 siswa yang tergolong rawan melanjutkan pendidikan (RMP) asal Kota Bandung mendatangi Ombudsman Perwakilan Jawa Barat di Jalan Kebonwaru. Mereka mengadu karena tak diterima oleh SMAN dan SMKN.

Implementasi Alokasi Siswa Miskin pada PPDB tak Terkontrol

JAKARTA, (PR).-Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang sering mengabaikan hak siswa miskin dan masyarakat di lingkungan di sekitar tempat tinggalnya untuk mengenyam pendidikan, ternyata telah menjadi fenomena secara nasional.

Tunggu SKTP, 50 Persen Guru di KBB Belum Terima Tunjangan

NGAMPRAH, (PR).- Tunjangan profesi guru (TPG) di Kabupaten Bandung Barat belum semuanya dibayarkan lantaran masih menunggu Surat Keterangan Tunjangan Profesi (SKTP) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dinilai Abaikan Kewajiban, Pemprov Jabar tak Anggarkan PPDB 2017

BANDUNG, (PR).- Langkah Pemprov Jabar yang tidak menganggarkan kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017 dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dapat berpotensi malaadministrasi. Pasalnya, PPDB merupakan kegiatan tahunan.