Mantan Pelaku Kudeta Yanayev Meninggal

MOSKOW, (PRM).- Gennady Yanayev, mantan pimpinan upaya kudeta terhadap eks Presiden uni Soviet, Mikhail Gorbachev meninggal dunia dalam usia 73 tahun di Moskow. Demikian pengumuman resmi pemerintah Rusia, Jumat.

Pada 19 Agustus 1991, Gennady Yanayev bersama 11 rekannya mengumumkan dirinya sebagai pengganti Gorbachev yang saat itu tengah cuti di Crimea. Kekuatan AB Soviet antara lain mengerahkan tank di ibukota negeri tersebut. Namun dukungan rakyat yang sangat besar terhadap Gorbachev menggagalkan upaya itu.

Uniknya, pada saat Gennady Yanayev menandatangani dokumen pengambil-alihan kekuasaan, tampak jelas tangannya gemetar. Banyak saksi mengatakan ia berada dalam keadaan mabuk ketika menandatangani dokumen kudeta tersebut.

Kudeta gagal dua hari kemudian, dan Gennady Yanayev ditangkap serta dipenjarakan, sebelum menerima amnesti dan dibebaskan tahun 1993. Ia kemudian lebih banyak mengajar sebagai dosen sejarah pada akademi pariwisata.

Hingga kini alasan kudeta yang dipimpin Gennady Yanayev masih tanda Tanya. “Kami mengambil alih kepemimpinan karena Gorbachev terlalu lelah, dan kami mengharapkannya akan kembali ke tampuk kepresidenen setelah beristirahat,” katanya pada saat bersejarah tersebut.

Namun sebagian besar beranggapan, mereka berupaya mencegah perpecahan Uni Soviet di bawah Gorbachev yang melebarkan pengaruh demokrasi.

Seperti diketahui, di bawah Gorbachev, negara-negara Baltik seperti Lithuania, Latvia dan Estonia yang dikuasai Rusia sejak masa kepemimpinan Stalin menuntut kemerdekaan.

Gennady Yanayev merupakan anggota politbiro Sovuiet sejak Juli 1990 dan menjadi wapres di bawah Gorbachev pada Desember 1990. (A-26).***

Baca Juga