Tenaga Honorer dari Lembaga Pendidikan Swasta Tertutup Jadi CPNS

PURWAKARTA, (PRLM),-Para guru honerer maupun tenaga kependidikan yang bertugas di luar instansi pemerintah tertutup peluangnya untuk masuk ke pendataan tenaga honorer yang akan diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini. Peluang guru maupun tenaga honorer menjadi CPNS dapat terbuka, jika pemerintah melalui Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Meneg PAN) merevisi terlebih dulu surat edaran nomor 05 tahun 2010 tentang pendataan tenaga honorer di lingkungan pemerintah.

Demikin disampaikan Kepala Bidang Pengadaan dan Pembinaan Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Purwakarta, Teddy kepada "PRLM", Kamis (23/9) di ruang kerjanya.

Menurutnya, setelah permasalahan status guru dan tenaga kependidikan mencuat ke permukaan, pada Rabu (22/9) kemarin pihaknya langsung melakukan jemput bola ke Badan Kepegawaiaan Negara (BKN) dan Meneg PAN. "Dari kedua lembaga pemerintahan yang didatangi tersebut diperoleh jawaban tidak diperkenankannya daerah mengusulkan CPNS yang berasal dari guru maupun tenaga kependidikan non instansi pemerintah (swasta/yayasan,red)," kata Teddy.

Menjawab pertanyaan, Teddy mengatakan jika terdapat keinginan untuk melakukan perubahan atas surat edaran Meneg PAN itu, maka salurannya harus menyampaikan kepada instansi tersebut di Jakarta. "Daerah ini hanya menjalankan aturan yang dikeluarkan pemerintah sebagai payung hukumnya," ucapnya.

Dijelaskan, saat dirinya mengadakan konsultasi dengan BKN maupun Kementerian Negara PAN di sana sudah ada sejumlah perwakilan dari kabupaten/kota lain di Indonesia yang menyampaikan hal serupa mengenai peluang guru maupun tenaga kependidikan yang bertugas di sekolah swasta untuk menjadi CPNS. "Ternyata saat saya ke BKN dan Kemeneg PAN sudah ada wakil dari Metro Lampung dan kabupaten lain yang menyampaikan tujuan yang sama," ucap Teddy.

Sejumlah guru dan tenaga kependidikan yang berhasil ditemui "PRLM" menyesalkan jika surat edaran yang menjadikan dasar BKD Purwakarta dalam mengambil kebijakan tetap diberlakukan akan merugikan para guru yang mengajar di sekolah swasta.

"Kami ini mengabdi menjadi guru di lembaga swasta bukan satu atau dua tahun tapi sudah lebih dari 5 tahun tapi mendapat perlakukan yang diskriminatif dari Meneg PAN, padahal kami yang mengajar di sekolah swasta memiliki tujuan yang sama dengan guru lain yaitu mencerdaskan masyarakat," kata Buldan, salah seorang guru di sekolah swasta di Kabupaten Purwakarta.

Ia mengatakan saat program sertifikasi digulirkan Departemen Pendidikan Nasional, dirinya berkesempatan untuk mengikuti seleksi program tersebut. "Alhamdulillah saya lulus dan mendapatkan dana sertifikasi setiap bulannya. Tapi ketika program CPNS digulirkan, saya dan guru-guru swasta lainnya tertutup peluangnya untuk ikut program CPNS," kata Buldan.(A-86/kur)***

Baca Juga

Tingkatkan Kreatifitas Anak Butuh Peran Guru dan Orangtua

MENGGAMBAR pemandangan menjadi salah satu hal yang umum dilakukan oleh seorang anak. Uniknya, selalu ada kesamaan ketika seseorang menggambar pemandangan. Yakni gunung, dengan jalan setapak dan sawah di sekitarnya juga matahari yang terbit di sela-sela gunung.

Mahasiswa STIE Ekuitas Diprioritaskan Bekerja di Bank BJB

BANDUNG,(PR).- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ekuitas akan menyeleksi mahasiswa untuk masuk kelas yang diprioritaskan diterima di Bank Jabar Banten (BJB). Sekitar 20 mahasiswa akan dibina mulai semester V.

Mendikbud: Full Day School Baru Kajian

JAKARTA,(PR).- Sistem belajar mengajar dengan konsep 'Full Day School' baru di tahap kajian. Berbagai kemungkinan terkait penerapan konsep 'Full Day School' masih dipelajari dan dikaji lebih dalam.