Headlines
Geng Motor Kembali Berulah

10 Anggota XTC Diringkus Setelah Bentrok dengan Brigez

SATRYA/"PRLM"
SATRYA/"PRLM"
KAPOLSEKTABES Astana Anyar Komisaris Rudi Purnomo, menanyai satu dari 10 anggota geng motor XTC yang diringkus Minggu (19/9) dini hari. Dalam penangkapan itu, anggota geng motor sempat berupaya merebut senjata api milik polisi.*

BANDUNG, (PRLM).- Polsektabes Astanaanyar meringkus 10 anggota geng motor XTC (Exalt to Coitus) di sekitar Pagarsih hingga Pasar Andir, Minggu (19/9) dini hari. Mereka diringkus usai bentrok dengan anggota geng motor Brigez. Dalam penangkapan tersebut, para anggota geng motor XTC itu sempat berusaha merebut senjata api polisi.

Mereka yang diamankan adalah Koordinator XTC Pagarsih berinisial Am (21), serta 9 anggotanya yaitu SM (18), RR (17), Da (16), Ik (23), Je (16), Ag (16), Ag (16), Ro (16), dan MI (17). Polisi telah mengamankan lima motor pelaku dan masih mencari sebilah golok yang dibuang pelaku di daerah Tegallega.

Penangkapan anggota geng motor tersebut berawal dari keributan antara geng XTC dan Brigez di SPBU Terusan Pasirkoja, sekitar pukul 2.30 WIB. Saat itu, anggota geng motor Brigez yang berjumlah 6 orang, melempari anggota geng motor XTC dengan batu.

Mendapat perlakuan itu, anggota XTC balik menyerang anggota Brigez. Mereka memukuli satu motor dan anggota Brigez. Sementara anggota Brigez lainnya berhasil melarikan diri.

Berita kejadian bentrokan tersebut sampai ke polisi. Tim Quick Respon Polsektabes Astanaanyar yang sedang berpatroli, segera menindaklanjuti. Polisi segera ke lokasi dan meringkus pelaku. Sebagian besar berhasil diamankan sementara sisanya sebanyak empat orang, masih dalam pengejaran.

Rata-rata para anggota geng motor yang ditangkap, masih berusia belasan tahun. Sebagian sudah putus sekolah tapi sebagian lainnya masih berstatus pelajar. Mereka mengaku telah bergabung menjadi anggota XTC sejak 1-3 tahun lalu. Dari para pelaku, polisi juga menemukan kartu anggota XTC di dompet masing-masing. Polisi juga menyita bendera dan jaket berlambang XTC.

Dalam penangkapan tersebut, para anggota geng motor sempat melakukan perlawanan kepada polisi. Seorang anggota motor XTC berinisial Ag, bahkan berusaha merampas senpi anggota polisi.

Ag membantah jika ia berusaha merampas pistol polisi. "Saya memang mau merebut pistol itu. Tapi saya tidak tahu kalau itu polisi. Saya kira anggota Brigez karena Pak Polisi itu tidak pakai seragam. Waktu pak Polisi itu ngeluarin senjata, saya reflek mau ambil karena takutnya ditembakkan ke saya," kata siswa kelas 2 SMA tersebut.

Saat diwawancari wartawan, sejumlah anggota geng motor itu menangis tersedu-sedu. Salah satunya MI. Ia tidak mengaku jika tergabung dalam geng motor XTC. Padahal di lengan kirinya, ada tato lebah dengan pose khas lambang XTC. "Ini mah salah gambar. Asalnya mau ditato kuya (kura-kura .red-), tapi salah. Jadi aja dirubah ke tato lebah," katanya sambil menangis dan ditonton orang tuanya.

IH, pelaku lainnya, juga membantah akan menyerang Brigez. Menurut dia, malam itu dia bosan sehingga nongkrong bersama teman-temannya di daerah Pagarsih. Menjelang subuh, IH dan teman-temannya putar-putar Kota Bandung. "Waktu lagi di pom bensin, ada Brigez yang ujug-ujug ngabaledog. Ya kami balas saja," ujarnya.

Kapolsektabes Astana Anyar Komisaris Rudi Purnomo mengatakan, dalam kasus itu, polisi masih mengejar empat anggota XTC lainnya. "Identitas keempatnya sudah kami pegang. Mereka kini masuk dalam daftar buron kami. Kami akan terus melakukan patroli dan membubarkan gerombolan-gerombolan bermotor yang tidak jelas untuk mengantisipasi terjadinya kejahatan. Untuk 10 anggota XTC yang kami amankan ini, kami masih memeriksa mereka selama 24 jam," katanya didampingi Kanit Reskrim Inspektur Polisi Tri Suhartanto, di Mapolsekta Astana Anyar, Minggu petang. (A-128/das)***