Politisi Australia Junjung Etika
CANBERRA, (PRLM).- Berbeda dengan di Indonesia, politisi seringkali haus dan buta kekuasaan sehingga menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Namun, di Australia mayoritas politisi masih menjunjung tinggi etika.
Mereka tidak ingin jabatan yang dapat memengaruhi layanan kepada para konstituen yang sudah mendukungnya. Setidaknya hal ini terlihat dari sikap anggota parlemen dari golongan independen, Rob Oakeshott, yang menolak tawaran jabatan Menteri urusan Regional Australia, seperti dikutip "RA", Sabtu (11/9).
Pasalnya, dia khawatir jika menerima jabatan menteri, akan timbul masalah politik bagi paket reformasi regional yang ingin ia ajukan. Dengan tidak turut dalam kekuasaan, Oakeshott akan leluasa untuk menekan pemerintah mengimplementasikan paket reformasi tersebut.(A-133/A-26).***
Gosh, I get lost here..Just
Gosh, I get lost here..Just got home by taxi..37 yuan...blogpsot ..twitter seems to be blocked here. Havent use them since I am in chinap
Mungkin betul,tetapi para
Mungkin betul,tetapi para politisi di Australia,apalagi yang keturunan penjahat Inggris,masih sangat mendiskriminasi bangsa Aborijin,yang sudah lebih 200 tahun didiskriminasi dan tidak ada perubahan terhadap nasib dan hak hak mereka sebagai warga negara diabaikan oleh para politisi.
Nasib bangsa Aborijin yang didiskriminasi tsb. adalah hasil keputusan para politisi keturunan penjahat Inggris.
Post new comment