Rabu, 22 May, 2013

Politisi Australia Junjung Etika

CANBERRA, (PRLM).- Berbeda dengan di Indonesia, politisi seringkali haus dan buta kekuasaan sehingga menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Namun, di Australia mayoritas politisi masih menjunjung tinggi etika.

Mereka tidak ingin jabatan yang dapat memengaruhi layanan kepada para konstituen yang sudah mendukungnya. Setidaknya hal ini terlihat dari sikap anggota parlemen dari golongan independen, Rob Oakeshott, yang menolak tawaran jabatan Menteri urusan Regional Australia, seperti dikutip "RA", Sabtu (11/9).

Pasalnya, dia khawatir jika menerima jabatan menteri, akan timbul masalah politik bagi paket reformasi regional yang ingin ia ajukan. Dengan tidak turut dalam kekuasaan, Oakeshott akan leluasa untuk menekan pemerintah mengimplementasikan paket reformasi tersebut.(A-133/A-26).***

Gosh, I get lost here..Just

Anonymous's picture

Gosh, I get lost here..Just got home by taxi..37 yuan...blogpsot ..twitter seems to be blocked here. Havent use them since I am in chinap

Mungkin betul,tetapi para

Anonymous's picture

Mungkin betul,tetapi para politisi di Australia,apalagi yang keturunan penjahat Inggris,masih sangat mendiskriminasi bangsa Aborijin,yang sudah lebih 200 tahun didiskriminasi dan tidak ada perubahan terhadap nasib dan hak hak mereka sebagai warga negara diabaikan oleh para politisi.
Nasib bangsa Aborijin yang didiskriminasi tsb. adalah hasil keputusan para politisi keturunan penjahat Inggris.

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR