Jalan Depan Pasar di Cirebon Macet
SUMBER, (PRLM).- Pemudik yang menggunakan sepeda motor mendominasi jalur pantura yang melintas di Kabupaten Cirebon, Selasa (7/9) setelah petugas dari Kepolisian Resort (Polres) Cirebon dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kab. Cirebon mengarahkan agar kendaraan roda empat dari arah Jakarta maupun Bandung yang hendak ke Jawa Tengah dan Timur masuk tol Palikanci yang dilanjutkan Kanci-Pejagan.
Sampai dengan Selasa (7/9) pemudik yang menggunakan sepeda motor betul-betul mendominasi jalur utama pantura. Hanya beberapa kendaraan roda empat saja yang terlihat, itu pun rata-rata berpelat E (Cirebon), kadang tampak pula beberapa bajaj yang digunakan untuk mudik.
Meskipun petugas sudah mengatur jalur sedemikian rupa namun, antrean kendaraan tetap saja terjadi, terutama di jalur-jalur pantura depan pasar tradisional. Pasar Sandang Tegal Gubug yang semula diprediksikan bakal macet, ternyata pada hari pasaran Selasa kemarin hanya terjadi antrean, kendaraan tetap bisa merayap setelah petugas berusaha keras mengurai arus lalu lintas.
Sedikit antrean terjadi di sekitar pertigaan Arjawinangun dan Pasar Minggu Palimanan.
Selanjutnya, ke arah timur, meskipun petugas telah menutup banyak putaran dan perempatan yang hanya difungsikan jalan utama panturanya, antrean panjang tetap akibat padatnya sepeda motor pemudik, sepeda motor dan mobil penduduk lokal serta angkutan umum setempat. Seperti di depan Pasar Pesalaran Weru, Pasar Kueh Plered hingga menyambung ke daerah Kedawung terjadi antrean panjang sekitar 4 km.
Pada siang hari antrean yang tidak terlalu panjang juga terjadi di depan Pasar Mundu, Gebang dan Losari, namun, secara keseluruhan arus lalu lintas berjalan lancar, termasuk di tol Palikanci dan Kanci Pejagan.
"Hingga hari ini arus lalu lintas memang kelihatan tidak terlalu padat. Entah karena pulangnya mungkin tidak berbarengan atau karena apa. Tapi adanya imbauan dari Pemda DKI Jaya agar perusahaan-perusahaan menyediakan mobil untuk mudik karyawannya juga turut membantu kelancaran arus mudik," kata seorang petugas di Posko Susukan. (A-146/A-26).***
Post new comment