Penjual Cangkang Ketupat "Marema"

EKONOMI
PENJUAL cangkang ketupat di Pasar Soreang sedang melayani pembeli. Tiap cangkang dijual antara Rp 250,00 sampai Rp 300,00 atau ada keuntungan Rp 100,00 sampai Rp 150,00 tiap cangkangnya.*
SARNAPI/PRLM
PENJUAL cangkang ketupat di Pasar Soreang sedang melayani pembeli. Tiap cangkang dijual antara Rp 250,00 sampai Rp 300,00 atau ada keuntungan Rp 100,00 sampai Rp 150,00 tiap cangkangnya.*

SOREANG, (PRLM).- Penjual cangkang ketupat mengalami masa "marema" menjelang Lebaran. Bahkan, penjual kerupuk keliling maupun tukang bangunan beralih profesi sebagai penjual cangkang ketupat. "Baru hari ini saya jualan cangkang ketupat biasanya jualan krupuk gurilem," kata pedagang cangkang ketupat di Pasar Soreang, Rukmana, Selasa (7/9).

Rukmana membawa satu karung cangkang ketupat dari pembuatnya di Desa Cipatik, Cililin, Kab. Bandung Barat. "Tiap cangkang saya beli dari warga Rp 150,- lalu saya jual antara Rp 200,- sampai Rp 300,-/cangkang," katanya.

Sampai pukul 10.30 WIB Rukmana sudah habis lebih dari 100 cangkang dari yang dibawanya 650 buah. "Semoga dagangan ini habis buat beli baju Lebaran," katanya.(A-71/A-147)***

Baca Juga

Laba BNI Syariah Tumbuh 50,33 Persen

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Di tengah kondisi makro ekonomi Indonesia yang mengalami perlambatan, memasuki periode triwulan kedua tahun 2015 BNI Syariah menunjukkan kinerja positif.

Revitalisasi OJK "Whistle Blowing System"

EKONOMI
ANGGOTA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), merangkap Ketua Dewan Audit Ilya Avianti (kanan), didampingi Kepala OJK Regional II Jabar Anggar Budi Nuraini memaparkan pandangannya, di Kantor Bank Indonesia Provinsi Jabar, Jalan Braga, Kota Bandun

Pendapatan Premi Asuransi Komersil Turun 20 Persen

EKONOMI

BANDUNG, (PRLM).- Pendapatan premi asuransi komersil menurun 15-20 persen akibat lesunya perekonomian nasional sejak awal 2015.

Masyarakat Indonesia Kian Konsumtif

EKONOMI
Masyarakat Indonesia Kian Konsumtif

BANDUNG, (PRLM).-Masyarakat Indonesia cenderung semakin konsumtif. Hal itu tercermin dari menurunnya Marginal Propensity to Save (MPS) dan meningkatnya Marginal Propensity to Consumption (MPC) selama tiga tahun terakhir.