Penjual Cangkang Ketupat "Marema"

PENJUAL cangkang ketupat di Pasar Soreang sedang melayani pembeli. Tiap cangkang dijual antara Rp 250,00 sampai Rp 300,00 atau ada keuntungan Rp 100,00 sampai Rp 150,00 tiap cangkangnya.*
SARNAPI/PRLM
PENJUAL cangkang ketupat di Pasar Soreang sedang melayani pembeli. Tiap cangkang dijual antara Rp 250,00 sampai Rp 300,00 atau ada keuntungan Rp 100,00 sampai Rp 150,00 tiap cangkangnya.*

SOREANG, (PRLM).- Penjual cangkang ketupat mengalami masa "marema" menjelang Lebaran. Bahkan, penjual kerupuk keliling maupun tukang bangunan beralih profesi sebagai penjual cangkang ketupat. "Baru hari ini saya jualan cangkang ketupat biasanya jualan krupuk gurilem," kata pedagang cangkang ketupat di Pasar Soreang, Rukmana, Selasa (7/9).

Rukmana membawa satu karung cangkang ketupat dari pembuatnya di Desa Cipatik, Cililin, Kab. Bandung Barat. "Tiap cangkang saya beli dari warga Rp 150,- lalu saya jual antara Rp 200,- sampai Rp 300,-/cangkang," katanya.

Sampai pukul 10.30 WIB Rukmana sudah habis lebih dari 100 cangkang dari yang dibawanya 650 buah. "Semoga dagangan ini habis buat beli baju Lebaran," katanya.(A-71/A-147)***

Baca Juga

Ini Harga Acuan Sembako yang Ditetapkan Pemerintah

JAKARTA, (PR).- ‎Pemerintah mengeluarkan aturan baru yang menetapkan Harga Acuan Pembelian di Petani, dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen untuk sembilan komoditas bahan pokok. Aturan ini mulai berlaku 16 Mei 2017.

Ini Lokasi Penukaran Uang di Jawa Barat Selama Ramadan

BANDUNG, (PR).- Menjelang Hari Raya Idulfitri peredaran uang akan meningkat. Begitu pula dengan tingkat konsumsi yang semakin tinggi. Tak hanya itu, budaya memberikan uang baru pada saudara dan kerabat seakan tak terpisahkan.

Kesadaran Berasuransi Kian Meningkat

JAKARTA, (PR).- Pendapatan industri asuransi jiwa pada kuartal I tahun 2017 mencapai Rp 56,96 triliun atau meningkat 16,4 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2016 yang mencapai Rp 48,94 triliun.

Penerima Subsidi Listrik 900 VA Ditambah 2,44 Juta Pelanggan

JAKARTA, (PR).- Pemerintah menambah jumlah penerima subsidi listrik sebanyak 2,44 juta pelanggan. Kementerian ESDM menugaskan PLN untuk mengubah tarif pelanggan listrik tersebut menjadi tarif subsidi ‎mulai 1 Juli 2017.