Penjual Cangkang Ketupat "Marema"

PENJUAL cangkang ketupat di Pasar Soreang sedang melayani pembeli. Tiap cangkang dijual antara Rp 250,00 sampai Rp 300,00 atau ada keuntungan Rp 100,00 sampai Rp 150,00 tiap cangkangnya.*
SARNAPI/PRLM
PENJUAL cangkang ketupat di Pasar Soreang sedang melayani pembeli. Tiap cangkang dijual antara Rp 250,00 sampai Rp 300,00 atau ada keuntungan Rp 100,00 sampai Rp 150,00 tiap cangkangnya.*

SOREANG, (PRLM).- Penjual cangkang ketupat mengalami masa "marema" menjelang Lebaran. Bahkan, penjual kerupuk keliling maupun tukang bangunan beralih profesi sebagai penjual cangkang ketupat. "Baru hari ini saya jualan cangkang ketupat biasanya jualan krupuk gurilem," kata pedagang cangkang ketupat di Pasar Soreang, Rukmana, Selasa (7/9).

Rukmana membawa satu karung cangkang ketupat dari pembuatnya di Desa Cipatik, Cililin, Kab. Bandung Barat. "Tiap cangkang saya beli dari warga Rp 150,- lalu saya jual antara Rp 200,- sampai Rp 300,-/cangkang," katanya.

Sampai pukul 10.30 WIB Rukmana sudah habis lebih dari 100 cangkang dari yang dibawanya 650 buah. "Semoga dagangan ini habis buat beli baju Lebaran," katanya.(A-71/A-147)***

Baca Juga

Penjualan BUMN Harus Persetujuan DPR

JAKARTA, (PR).- Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Azam Azman Natawijana menegaskan, lahirnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2016 telah menabrak Undang-Undang (UU) yang sudah ada dan menjadi masalah serius. Oleh karena itu, PP 72 tersebut harus dibenahi atau dibatalkan.

Pertumbuhan Kredit BNI Naik 20,6%

JAKARTA, (PR).- Pertumbuhan kredit BNI pada Tahun 2016 yang sebesar 20,6% mampu melampaui pertumbuhan kredit industri perbankan Indonesia secara umum yang per November 2016 mencapai 8,5%.

Ketimpangan di Jabar Tinggi

JAKARTA, (PR).- Ketimpangan atau Gini Ratio Jawa Barat selalu berada di atas rata-rata nasional sejak tahun 2011. Hal ini menunjukkan lapisan bawah masyarakat semakin sedikit menerima dampak pembangunan.

Pertamina Jangan Jadi ATM Politik

JAKARTA, (PR).- Ketua umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono mengatakan, pencopotan Dirut dan Wadirut Pertamina terlalu transparan dan tidak main cantik.