Pemudik Harus Kucing-kucingan dengan Hujan
CIREBON, (PRLM).-Meski mendung tebal masih menggelayut langit pantura Jawa Barat, namun begitu hujan tampak berhenti, jalur utama pantura kembali dipadati pemudik. Mereka tak mau kehilangan waktu, begitu hujan berhenti, langsung melanjutkan perjalanan.
Dari tempat-tempat menepi selama hujan turun, pemudik, terutama yang bersepeda motor melanjutkan perjalanan. Akibatnya, jalur utama yang sempat relatif lengang saat hujan, kembali ramai.
Dari pantauan "PRLM", hujan berhenti saat memasuki sholat azhar sekitar pukul 15.00 WIB. Ribuan pemudik bersepeda motor, dari SPBU, warung atau rumah makan yang menepi selama hujan, kembali memasuki bahu jalur utama pantura.
"Melihat situasinya, kami terpaksa harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Kalau hujan reda, langsung tancap gas lagi," tutur Rofiq (24), pemuda asal Banyumas, Jawa Tengah yang mudik bersama rombongan sepeda motor berjumlah enam unit.
Dituturkan mereka, sejak dari Jakarta, hujan memang sudah turun. Karenanya, mereka harus pintar-pintar memanfaatkan waktu di sela-sela hujan.
Kalau hujan turun, terpaksa harus menepi. Dan perjalanan ke Jawa Tengah selatan diteruskan begitu hujan reda."Ibaratnya harus kucing-kucingan," tutur Ahmad (22), satu rombongan dengan Rofiq.
Hingga Senin sore pukul 15.00 WIB, hujan mulai reda. Meski demikian, awan masih mengurung langit pantura. Hujan deras masih bisa sewaktu-waktu turun. Artinya, gerakan Rofiq, Ahmad dan teman-temannya terhalang oleh hujan.
Hal sama juga dilakukan pemudik lain. Mereka harus kucing-kucingan dengan hujan. Meski begitu, para pemudik tidak mengeluh. Sebaliknya merasa senang, sebab perjalnaan jadi tidak kepanasan.
"Saya sudah lima kali mudik, baru sekarang berbarengan dengan musim hujan. Jadi menambah pengalaman. Udara juga lebih segar," tutur Nanang (37), pemudik arah Semarang.(A-93/kur)***
Post new comment