Sabtu, 4 Feb, 2012

Portal Lain Menu

Makmun Tergolek Lemas Diduga Dianiaya Oknum Guru

BANDUNG, (PRLM).- Makmun Suhendar (12) tergolek lemah dengan tangan diinfus di kamar 5 kelas III Ruang Perawatan Anak di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Senin (6/9). Siswa kelas 6 SD Cikudayasa tersebut, sudah sejak Kamis (2/9) dirawat di RS HS karena menderita typhus.

Anak keempat dari enam bersaudara pasangan Endang (58) dan Popon (38) itu, adalah warga Cigagak RT 1 RW 15 Kel. Cipadung Kec. Cibiru Kota Bandung. Masuknya Makmun ke rumah sakit berawal dari dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum guru agama berinisial As, akhir Agustus silam.

"Waktu itu, anak saya sedang mengikuti pelajaran agama untuk mengisi bulan Ramadan. Waktu sedang mengantri untuk dinilai, tiba-tiba tangannya ditarik Pak As hingga terjatuh dan menimpa temannya. Bukannya ditolong, Pak As malah menendang anak saya berkali-kali. Teman-temannya juga malah ngetawain," katanya kepada wartawan.

Popon mengetahui kronologis kejadian itu justru dari beberapa teman Makmun yang datang menjenguk. "Soalnya Makmun tidak cerita. Dia hanya mengeluh sakit di pinggang dan punggung. Terus besoknya, dia tidak sekolah. Dia juga murung terus dan susah makan hingga akhirnya masuk rumah sakit karena kondisi tubuhnya terus drop. Badannya panas tiga hari berturut-turut," ucap Popon.

Meski sudah dirawat, tapi kondisi Makmun tidak berangsur pulih. Ketika wartawan menyambanginya, tidak banyak kalimat yang terucap dari mulut kecil Makmun. Dia hanya mengangguk saja sambil menunjukkan area
tubuhnya yang ditendangi sang guru. "Lima kali di kaki, pinggang dan punggung," katanya lirih.

Tidak hanya typhus, Makmun juga mengalami gangguan jantung. "Kemarin-kemarin, dia mimisan sampai 2 jam. Kata dokter, ada kebocoran jantung. Sekaran sudah diobati dan mulai membaik," katanya.

Peristiwa penganiayaan yang dialami anaknya, tidak pernah diceritakan ke petugas medis di RS HS. "Yang tahu ya keluarga. Waktu bapaknya tahu, dia langsung ke sekolah. Waktu itu, di depan guru olah raga Pak
Dedi, As mengakui sudah menganiaya Makmun. Dia khilaf dan meminta maaf. Dia juga nengok Makmun ke rumah. Kemarin-kemarin juga nengok ke rumah sakit dan ngasih uang Rp 100.000,00. Tapi anehnya, belakangan ini, dia tidak ngaku. Bahkan sempat minta kami tidak bilang ke siapa-siapa soal kejadian itu," katanya.

Memang, peristiwa itu awalnya hanya diketahui keluarga dan As. Kepala Sekolah SD Cikudayasa yaitu Ny. Dedeh, juga tidak mengetahui kasus tersebut. "Beliau baru tahu waktu nengok ke sini. Kami dari keluarga,
berharap kasus ini segera tuntas dan sekolah memberi sangsi kepada guru itu. Soalnya, kata teman-temannya, Pak As memang galak dan suka bertindak kasar ke murid-muridnya," ujarnya. (A-128/kur)***

Astagfirullah hal azhim, Kang

Anonymous's picture

Astagfirullah hal azhim, Kang AS kunaon telenges kitu maneh teh? lain guru teh jang diconto "digugu jeung ditiru?" mun anjeun nyontoan kitu moal burung engke eta budak mun geus lulus dipastikeun jati tukan tatajong, mun teu jadi pamaen bal pasti tukang gelut... teu kenging kitu ah

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR