Penyerapan Uang Muka Rumah Masih Rendah
BANDUNG, (PRLM).- Penyerapan program Pinjaman Uang Muka Perumahan Kerjasama Bank (PUMP-KB) Jamsostek Wilayah IV Jabar-Banten masih relatif rendah. Sampai bulan ini, dari dana yang dialokasikan Rp 30 miliar, baru terserap kurang lebih empat puluh persen saja.
”Penyaluran PUMP saat ini memang berbeda dengan sebelumnya karena melibatkan bank dalam penyalurannya. Dengan demikian lebih selektif karena persyaratannya ditentukan oleh bank,” ujar Kepala Jamsostek Wilayah IV Jabar-Banten, E. Ilyas Lubis.
Dikatakan, saat ini, penyaluran PUMP-KB dilakukan melalui beberapa bank. Di antaranya Bank BTN, Syariah Mandiri, dan 2 Bank BPD di Jakarta dan Bali. PUMP-KB diperuntukkan bagi pekerja yang telah menjadi anggota Jamsostek minimal selama satu tahun.
Setiap peserta Jamsostek yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan PUMP-KB, maksimal akan mendapat pinjaman Rp 20 juta. Untuk pinjaman tersebut dikenai bunga enam persen, dengan masa cicilan pinjaman selama 5-10 tahun. ”Selain untuk cicilan rumah, PUMP juga dapat diajukan untuk renovasi rumah, dengan pinjaman yang diberikan nilainya maksimal Rp 15 juta,” katanya.
Menyinggung penyerapan PUMP-BK, menurut dia, saat ini yang terbesar ada di Bandung, Cirebon, dan Tangerang. Hal itu sesuai dengan jumlah industri dan pekerja yang jumlahnya relatif banyak di kota-kota itu.
Berkaitan dengan perubahan dari pola PUMP lama menjadi melibatkan perbankan, Ilyas mengatakan, hal tersebut untuk mengurangi jumlah kredit macet. Saat PUMP disalurkan Jamsostek langsung, yang macet mencapai lima puluh persen. (A-135/A-147)***
Post new comment