Disdikbud Kab. Bandung Bantah Adanya Kewajiban Belajar Diniyah

SOREANG, (PRLM).- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kab. Bandung menyatakan ketentuan dalam Peraturan daerah (Perda) MDT No. 7/2008 dan Peraturan bupati (Perbup) sebatas anjuran.Kepala Disdikbud Kab. Bandung, Drs. H. Juhana, M.M.Pd mengatakan hal itu saat dihubungi melalui telefon selulernya, Minggu (5/9).

"Ketentuan dalam Perda MDT maupun Perbupnya hanya sebatas anjuran. “Saya membaca Perbup MDT ternyata sebatas anjuran atau imbauan agar siswa-siswa SD, SMP, maupun SMA/SMK mengikuti MDT,” katanya.

Dengan adanya Perbup MDT, kata Juhana, fasilitas SD, SMP, maupun SMA/SMK bisa dipakai untuk pelaksanaan MDT pada sore harinya. “Namun, belum ada kewajiban lulusan SD harus mengantongi ijazah MDT apabila akan meneruskan ke SMP/MTs dan lulusan SMP harus berijazah MDT wustha agar bisa ke SMA/SMK/MA,” katanya.

"PRLM" yang membuka isi Perda Wajib Belajar MDT mendapatkan Pasal 14 disebutkan siswa SD wajib ikut MDT awaliyah, siswa SMP MDT wustha, dan siswa SMA/SMK wajib belajar di MDT ulya. Masa belajar di MDT Awaliyah selama empat tahun dan MDT wustha maupun MDT ulya masing-masing dua tahun. (A-71/das)***

Baca Juga

Menciptakan Inovasi untuk Kemandirian Bisnis

BANDUNG, (PR).- Sedikitnya 220 peserta yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Turki, Rusia, Singapura, dan India mengikuti seminar internasional "The 1st Global Conference on Business, Management, and Entrepreneurship" di Auditorium Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pen

Mahasiswa Unibba Bersihkan Citarum

SOREANG,(PR).- Universitas Bale Bandung (Unibba) Baleendah, Kab. Bandung, melepas 355 mahasiswa untuk mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) di Kec. Bojongsoang. KKN akan berlangsung mulai 15 Agustus sampai 19 September di enam desa dan 17 dusun.